Ulin Nuha: Warisan Sejati Bukan Harta Kekayaan, Melainkan Jejak Pengabdian
|
Demak – Ketua Bawaslu Kabupaten Demak, Ulin Nuha, menegaskan bahwa warisan terbaik yang dapat ditinggalkan seseorang bukanlah harta kekayaan, melainkan jejak pengabdian yang dilandasi nilai-nilai luhur dan integritas. Menurutnya, pengabdian yang dilakukan dengan penuh kejujuran akan terus dikenang dan memberikan manfaat bagi generasi berikutnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Ulin Nuha sebagai refleksi atas kutipan Pahlawan Revolusi Indonesia, Siswondo Parman, yang diunggah melalui akun media sosial resmi Bawaslu Kabupaten Demak, Minggu (19/7/2026) Kutipan tersebut berbunyi, "Nanti kalau saya meninggal, tulis di nisan saya: Pejuang Sejati."
Menurut Ulin, pesan yang terkandung dalam kutipan tersebut mengajarkan bahwa kehormatan seseorang tidak diukur dari banyaknya harta yang dimiliki, melainkan dari dedikasi, pengorbanan, dan ketulusan dalam mengabdi kepada bangsa, negara, maupun masyarakat. Nilai-nilai tersebut menjadi warisan moral yang akan terus hidup meskipun seseorang telah tiada.
"Warisan sejati bukanlah harta kekayaan, tetapi jejak pengabdian. Integritas, kejujuran, dan pengabdian kepada masyarakat merupakan nilai yang akan terus dikenang dan menginspirasi generasi penerus," ujar Ulin.
Ia menambahkan, sebagai lembaga pengawas pemilu, Bawaslu berkomitmen menanamkan semangat pengabdian kepada seluruh jajaran agar senantiasa bekerja secara profesional, jujur, dan bertanggung jawab. Menurutnya, setiap tugas yang dijalankan hendaknya tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan, tetapi juga meninggalkan teladan yang baik bagi masyarakat.
Melalui refleksi tokoh-tokoh bangsa yang rutin dipublikasikan di media sosial, Bawaslu Demak berharap dapat menumbuhkan semangat nasionalisme, integritas, serta etos pengabdian di tengah masyarakat. Nilai-nilai perjuangan para pahlawan diharapkan mampu menginspirasi seluruh elemen bangsa untuk terus berkontribusi dalam menjaga demokrasi yang jujur, adil, dan bermartabat.
Penulis : Mudlo'af
Foto : Moh Hasan Saeful Rijal
Editor : Heni Ernawati