Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Demak Ingatkan Tujuan Berdirinya Negara: Demokrasi Harus Melahirkan Kedamaian

k

Unggahan grafis kuotasi kutipan H. Agus Salim di akun resmi media sosial Bawaslu Kabupaten Demak, Selasa (15/9/2026).

Demak — Demokrasi tidak boleh berhenti pada pergantian kekuasaan. Lebih dari itu, demokrasi harus menjadi jalan untuk mewujudkan kehidupan berbangsa yang damai, adil, dan penuh persaudaraan. Pesan tersebut kembali diingatkan Bawaslu Kabupaten Demak melalui unggahan kutipan tokoh bangsa, H. Agus Salim.

Dalam kutipan yang diunggah Bawaslu Demak, H. Agus Salim menyampaikan gagasan tentang cita-cita besar kehidupan bernegara: “Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan.”

Dalam konteks demokrasi, pesan yang diunggah melalui akun media sosial resmi Bawaslu Demak pada Selasa (15/9/2026) tersebut menjadi semakin relevan. Pemilu dan proses politik seharusnya tidak menjadi ruang untuk mempertajam permusuhan, menyebarkan kebencian, ataupun memecah masyarakat hanya karena perbedaan pilihan politik.

Ketua Bawaslu Kabupaten Demak, Ulin Nuha, menegaskan bahwa perbedaan dalam demokrasi merupakan sesuatu yang wajar. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk saling merendahkan atau memutus persaudaraan.

“Demokrasi memberikan ruang bagi kita untuk berbeda pilihan, tetapi jangan sampai perbedaan pilihan menghilangkan persaudaraan. Tujuan akhirnya adalah kehidupan berbangsa yang damai dan bermartabat,” tegas Ulin.

Menurutnya, menjaga demokrasi bukan hanya menjadi tugas penyelenggara pemilu. Masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk menggunakan kebebasan politik secara bijak, menghormati pilihan orang lain, serta menolak berbagai praktik yang dapat merusak persatuan.

“Jangan sampai demokrasi justru melahirkan permusuhan. Politik harus menjadi sarana untuk membangun kehidupan yang lebih baik, bukan alat untuk memecah belah masyarakat,” ujarnya.

Bawaslu Demak menilai pesan H. Agus Salim tersebut juga penting untuk terus digaungkan pada masa non-tahapan pemilu. Pendidikan demokrasi tidak harus menunggu datangnya tahapan pemilu, tetapi perlu dibangun secara terus-menerus melalui kesadaran masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis : Mudlo'af

Foto : Moh Hasan Saeful Rijal

Editor : Heni Ernawati