Ulin Nuha: Jangan Asal Memberikan Suara, Dampaknya Bisa Lima Tahun
|
Demak — Satu suara mungkin terlihat sebagai tindakan sederhana. Namun, di balik satu suara terdapat keputusan yang dapat membawa dampak besar bagi kehidupan masyarakat. Karena itu, setiap warga negara perlu berpikir matang sebelum menentukan pilihan dalam pemilu.
Pesan tersebut disampaikan Ketua Bawaslu Kabupaten Demak, Ulin Nuha, saat merefleksikan kutipan KH Ahmad Sanusi, “Berpikir sebelum berbicara dan bertindak, karena semua yang dilakukan akan dipertanggungjawabkan,” yang diunggah melalui akun media sosial resmi Bawaslu Demak pada Senin (14/9/2026).
Menurut Ulin, prinsip berpikir sebelum bertindak juga berlaku dalam menggunakan hak pilih. Setiap suara yang diberikan bukan sekadar mencoblos nama atau pilihan tertentu, melainkan bagian dari proses menentukan arah pemerintahan dan kebijakan selama masa jabatan.
“Suara itu tindakan yang ringan, tetapi dampaknya bisa sangat besar. Karena itu, jangan sembarangan mengobral suara. Pikirkan terlebih dahulu dampak dari pilihan kita, apakah akan membawa kebaikan atau justru menimbulkan persoalan,” ujar Ulin.
Ia menegaskan bahwa pemilih seharusnya tidak memberikan suara hanya karena dorongan sesaat, apalagi karena iming-iming sejumlah uang. Menurutnya, politik uang dapat membuat hak pilih yang seharusnya menjadi instrumen untuk menentukan masa depan justru ditukar dengan keuntungan yang sifatnya sementara.
“Hak suara jangan asal diberikan, apalagi hanya ditukar dengan rupiah. Uang yang diterima mungkin habis dalam sehari, tetapi dampak dari satu suara bisa kita rasakan selama lima tahun,” tegasnya.
Ulin mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilih secara sadar, rasional, dan bertanggung jawab. Pemilih perlu mempertimbangkan rekam jejak, kapasitas, integritas, serta gagasan calon sebelum menentukan pilihan.
Menurutnya, kesadaran tersebut merupakan bagian penting dari penguatan demokrasi. Pemilu bukan sekadar momentum untuk memberikan suara, tetapi juga kesempatan bagi masyarakat untuk menentukan pemimpin yang dipercaya mampu memperjuangkan kepentingan publik.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap tindakan dalam kehidupan demokrasi memiliki konsekuensi. Karena itu, masyarakat harus berani mengatakan tidak terhadap politik uang, intimidasi, maupun berbagai bentuk intervensi yang dapat merusak kebebasan dalam menentukan pilihan.
“Mari kita berpikir sebelum memilih. Jangan sampai suara yang kita berikan hari ini justru menjadi penyesalan karena kita tidak mempertimbangkan dampaknya sejak awal,” pungkas Ulin.
Penulis : Mudlo'af
Foto : Moh Hasan Saeful Rijal
Editor : Heni Ernawati