Ulin Nuha: "Semakin Besar Manfaat yang Diberikan kepada Publik, Semakin Tinggi Pula Kepercayaan Masyarakat terhadap Lembaga Demokrasi"
|
Demak – Ketua Bawaslu Kabupaten Demak, Ulin Nuha, merefleksikan kutipan Prof. Dr. Sardjito, "Dengan memberi, maka seseorang justru semakin kaya," sebagai pengingat bahwa nilai pengabdian tidak diukur dari apa yang dimiliki, melainkan dari seberapa besar manfaat yang mampu diberikan kepada masyarakat. Kutipan tersebut diunggah melalui akun resmi media sosial Bawaslu Demak pada Selasa (28/7/2026).
Menurut Ulin, makna "memberi" tidak terbatas pada bantuan materi. Memberi juga dapat diwujudkan melalui waktu, tenaga, ilmu pengetahuan, kepedulian, keteladanan, dan dedikasi dalam menjalankan tugas. Semakin besar kontribusi yang diberikan untuk kepentingan bersama, semakin besar pula manfaat yang dirasakan oleh masyarakat.
"Semakin besar manfaat yang diberikan kepada publik, semakin tinggi pula kepercayaan masyarakat terhadap lembaga demokrasi," ujar Ulin.
Ia menjelaskan bahwa bagi penyelenggara pengawasan pemilu, semangat memberi diwujudkan melalui pelayanan publik yang profesional, pengawasan yang objektif, pendidikan kepemiluan yang berkelanjutan, serta pendampingan kepada masyarakat tanpa membedakan latar belakang maupun kepentingan politik. Pelayanan yang berintegritas, menurutnya, menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan demokrasi.
Lebih lanjut, Ulin menilai pesan Prof. Dr. Sarjito memiliki relevansi yang kuat dalam upaya mewujudkan demokrasi yang bersih. Demokrasi yang berkualitas tidak dibangun oleh kepentingan pribadi, melainkan oleh semangat pengabdian dan kemauan untuk memberikan manfaat bagi banyak orang. Karena itu, setiap penyelenggara pemilu dituntut untuk mengedepankan integritas, profesionalisme, dan orientasi pelayanan kepada masyarakat.
Di sisi lain, masyarakat juga memiliki peran yang tidak kalah penting. Menurutnya, semangat memberi dapat diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam mengawasi setiap tahapan pemilu, melaporkan dugaan pelanggaran, menyebarluaskan informasi yang benar, serta mengajak lingkungan sekitar menolak politik uang, hoaks, ujaran kebencian, dan berbagai bentuk kecurangan pemilu.
"Kontribusi sekecil apa pun akan menjadi kekuatan besar dalam menjaga kualitas demokrasi. Ketika masyarakat dan penyelenggara sama-sama berlomba memberikan manfaat bagi kepentingan publik, demokrasi akan tumbuh semakin kuat, bersih, dan bermartabat," pungkasnya.
Penulis : Mudlo'af
Foto : Moh Hasan Saeful Rijal
Editor : Heni Ernawati