Ulin Nuha: Persatuan Menjadi Fondasi Utama Menjaga Demokrasi
|
Demak – Ketua Bawaslu Kabupaten Demak, Ulin Nuha, merefleksikan pemikiran Prof. Mr. Soepomo yang menyatakan, "Negara menjamin keselamatan hidup bangsa seluruhnya sebagai persatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan." Menurutnya, pesan tersebut menegaskan bahwa persatuan bangsa merupakan fondasi utama dalam kehidupan bernegara yang harus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan pada Kamis (30/7/2026).
Ulin menjelaskan bahwa cita-cita para pendiri bangsa bukan hanya membangun sistem pemerintahan, tetapi juga mewujudkan negara yang mampu melindungi seluruh rakyat Indonesia tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan, maupun pilihan politik. Oleh karena itu, setiap warga negara memiliki tanggung jawab untuk memelihara persatuan sebagai kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan berbangsa.
"Perbedaan pandangan dan pilihan politik adalah bagian yang wajar dalam demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menghilangkan rasa persaudaraan dan persatuan sebagai sesama anak bangsa. Demokrasi harus menjadi sarana memperkuat persatuan, bukan memecah belah masyarakat," ujar Ulin.
Menurut Ulin, nilai persatuan juga menjadi landasan penting dalam penyelenggaraan pemilu. Seluruh proses demokrasi harus dijalankan dengan menjunjung tinggi kejujuran, keadilan, dan saling menghormati agar hasilnya dapat diterima oleh semua pihak. Sikap saling menghargai serta mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok merupakan kunci terwujudnya demokrasi yang berkualitas.
Ia menambahkan bahwa menjaga persatuan dapat diwujudkan dengan menolak politik identitas yang memecah belah, politik uang, penyebaran hoaks, ujaran kebencian, maupun berbagai bentuk provokasi yang berpotensi menimbulkan konflik di tengah masyarakat. Sebaliknya, masyarakat perlu mengedepankan dialog, musyawarah, dan semangat gotong royong dalam menyelesaikan setiap perbedaan.
Penulis : Mudlo'af
Foto : Moh Hasan Saeful Rijal
Editor : Heni Ernawati