Lompat ke isi utama

Berita

Ulin Nuha: "Integritas Harga Mati"

k

Kutipan pahlawan nasional Raja Haji Fisabilillah yang diunggah melalui media sosial Bawaslu Demak

Demak — Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Demak, Ulin Nuha, menegaskan bahwa integritas merupakan harga mati bagi setiap penyelenggara pemilu. Menurutnya, pemilu yang bermartabat hanya dapat terwujud apabila penyelenggaranya memiliki integritas yang tidak diragukan.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai refleksi atas kutipan pahlawan nasional Raja Haji Fisabilillah yang diunggah melalui media sosial Bawaslu Demak pada Minggu (5/7/2026). Kutipan tersebut berbunyi, "Lebih baik syahid di medan perang daripada hidup dalam kehinaan."

Ulin menjelaskan bahwa kutipan tersebut mengandung pesan mendalam tentang pentingnya menjaga kehormatan, integritas, dan harga diri dalam memperjuangkan kebenaran. Menurutnya, makna "syahid di medan perang" tidak semata dimaknai sebagai peperangan secara fisik, melainkan sebagai simbol keberanian untuk berkorban demi menegakkan nilai-nilai kebenaran, keadilan, dan kehormatan.

"Integritas adalah fondasi utama penyelenggara pemilu. Ketika integritas pengawas dipertanyakan, kepercayaan publik akan menurun dan cita-cita mewujudkan pemilu yang berintegritas serta bermartabat akan semakin sulit dicapai," ujar Ulin.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, kutipan tersebut mengajarkan agar setiap orang tidak menggadaikan prinsip demi kepentingan sesaat. Kehinaan, menurutnya, bukan hanya berarti mengalami kekalahan, tetapi juga ketika seseorang mengorbankan kejujuran, amanah, dan tanggung jawab demi keuntungan pribadi. Sebaliknya, tetap mempertahankan integritas di tengah berbagai tantangan merupakan kemenangan moral yang jauh lebih bernilai.

Dalam konteks demokrasi dan penyelenggaraan pemilu, Ulin menilai pesan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk menjaga integritas, baik penyelenggara, peserta pemilu, maupun masyarakat. Demokrasi yang sehat membutuhkan keberanian untuk menolak berbagai praktik yang mencederai nilai-nilai demokrasi, seperti politik uang, penyebaran hoaks, intimidasi, maupun penyalahgunaan kewenangan.

"Bagi Bawaslu Demak, semangat yang terkandung dalam quote ini menjadi komitmen untuk menjalankan tugas pengawasan secara profesional, independen, dan berintegritas. Pengawas pemilu harus berani menegakkan keadilan meskipun menghadapi berbagai tekanan, karena menjaga martabat demokrasi jauh lebih penting daripada mencari kenyamanan atau keuntungan sesaat," tegasnya.

Ulin berharap nilai-nilai yang diwariskan para pahlawan bangsa dapat terus menjadi inspirasi dalam membangun budaya demokrasi yang sehat. Menurutnya, kehormatan seseorang maupun suatu bangsa tidak ditentukan oleh kemudahan yang diraih, melainkan oleh keberanian untuk tetap teguh memegang prinsip, membela kebenaran, dan mengabdi demi kepentingan yang lebih besar. Dengan semangat tersebut, demokrasi Indonesia akan semakin kuat, bermartabat, dan mendapat kepercayaan masyarakat.

Penulis : Mudlo'af

Foto : Moh Hasan Saeful Rijal

Editor : Heni Ernawati