Ulin Nuha: Indikator Kemajuan Bangsa Bukan Hanya Kekuatan Fisik atau Ekonomi
|
Demak — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Demak terus mengajak masyarakat membangun budaya politik yang santun, beretika, dan bertanggung jawab. Langkah ini konsisten dilakukan melalui unggahan kutipan tokoh bangsa di media sosial.
Pada Sabtu (4/7/2023), Bawaslu Demak mengangkat petuah dari Sri Susuhunan Pakubuwono X yang berbunyi, "Rum kuncaraning bangsa dumunung haning luhuring budaya" (Keharuman dan kebesaran suatu bangsa terletak pada keluhuran budayanya).
Ketua Bawaslu Kabupaten Demak, Ulin Nuha, mengatakan bahwa pesan tersebut mengandung makna mendalam mengenai pentingnya karakter bangsa sebagai fondasi kemajuan. Menurutnya, indikator kemajuan suatu bangsa tidak hanya diukur dari kekuatan fisik, pembangunan infrastruktur, maupun pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari keluhuran budaya dan karakter masyarakatnya.
"Bangsa yang maju adalah bangsa yang mampu menjaga nilai-nilai luhur, seperti kejujuran, tanggung jawab, saling menghormati, dan menjunjung tinggi etika dalam kehidupan bermasyarakat maupun bernegara," ujar Ulin.
Dalam konteks demokrasi, Ulin menilai pesan tersebut sangat relevan. Demokrasi yang berkualitas, menurutnya, hanya dapat tumbuh di tengah masyarakat yang berbudaya, yakni masyarakat yang mengedepankan kejujuran, menghormati hak orang lain, menjunjung etika dalam menyampaikan pendapat, serta mampu menerima perbedaan pilihan sebagai bagian dari kehidupan demokratis.
"Budaya politik yang santun dan bertanggung jawab merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pemilu yang berintegritas. Demokrasi tidak hanya dibangun melalui kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga melalui budaya yang menjunjung nilai-nilai kejujuran, saling menghormati, dan mengutamakan kepentingan bersama," tambahnya.
Penulis : Mudlo'af
Foto : Moh Hasan Saeful rijal
Editor : Heni Ernawati