Ulin Nuha: “Abdi Negara Harus Mengabdi Sepenuh Hati untuk Bangsa”
|
Demak – Ketua Bawaslu Kabupaten Demak, Ulin Nuha, mengajak seluruh aparatur negara untuk menumbuhkan semangat pengabdian yang tulus kepada bangsa dan negara. Menurutnya, menjadi abdi negara bukan sekadar menjalankan tugas administratif, tetapi merupakan bentuk pengabdian yang harus dilandasi rasa tanggung jawab, integritas, dan kecintaan terhadap Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Ulin saat merefleksikan kutipan Pahlawan Revolusi Pierre Tendean yang diunggah melalui media sosial Bawaslu Kabupaten Demak, Rabu (8/7/2026). Kutipan tersebut berbunyi, "Keluarga saya sudah dapat banyak dari negara, kini saatnya saya menjadi milik negara." Menurut Ulin, kalimat tersebut mengandung pesan mendalam tentang keikhlasan dalam mengabdikan diri demi kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi.
"Sebagai abdi negara, sudah seharusnya kita mengabdikan diri sepenuh hati untuk negara. Amanah yang diberikan kepada kita harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, karena setiap tugas yang kita emban pada hakikatnya adalah bentuk pelayanan kepada masyarakat dan pengabdian kepada bangsa," ujar Ulin.
Ia menambahkan, semangat pengabdian seperti yang dicontohkan Pierre Tendean tetap relevan bagi seluruh aparatur negara saat ini. Dalam menjalankan tugas, setiap pegawai dituntut untuk mengedepankan integritas, profesionalisme, dan kepentingan publik agar kehadiran institusi negara benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui refleksi tersebut, Bawaslu Kabupaten Demak berharap nilai-nilai patriotisme dan pengabdian terus tumbuh di lingkungan kelembagaan, sehingga setiap insan Bawaslu mampu menjalankan tugas pengawasan dengan penuh dedikasi, menjaga kepercayaan publik, serta berkontribusi dalam mewujudkan demokrasi yang berintegritas.
Penulis : Mudlo'af
Foto : Moh Hasan Saeful Rijal
Editor : Heni Ernawati