Ketua Bawaslu Demak: Rekam Jejak Akan Berbicara Lebih Lantang daripada Pencitraan
|
Demak – Ketua Bawaslu Demak, Ulin Nuha, menilai bahwa kejujuran, tanggung jawab, dan integritas harus terus dibangun meskipun tidak terlihat atau bahkan dipandang sebelah mata. Menurutnya, seseorang tidak perlu mengejar pujian atau pengakuan karena pada gilirannya nanti sejarahlah yang akan mencatat.
“Rekam jejak akan berbicara lebih lantang daripada pencitraan,” tegas Ulin.
Ungkapan ini disampaikan sebagai refleksi dari kutipan (quote) Komjen Polisi (Purn.) Dr. Moehammad Jasin yang diunggah di media sosial Bawaslu Demak, Rabu (24 Juni 2026). Kutipan itu berbunyi, "Kalau kita mengabdi, sejarah tidak bisa dibohongi, karena nanti yang akan membuktikan sejarah itu sendiri."
Dalam konteks penyelenggara maupun pengawas pemilu, menurut Ulin, pesan ini menjadi pengingat bahwa setiap tugas pengawasan harus dijalankan secara profesional, independen, dan berlandaskan peraturan perundang-undangan. Meskipun hasil kerja tidak selalu mendapat apresiasi secara langsung, integritas dan dedikasi tersebut akan menjadi bagian dari sejarah yang membuktikan bahwa pengawasan telah dilakukan demi menjaga kualitas demokrasi.
“Singkatnya, kutipan ini mengajak setiap orang untuk mengutamakan pengabdian daripada pengakuan, mengedepankan integritas daripada popularitas, serta percaya bahwa waktu dan sejarah akan menjadi penilai yang paling jujur atas setiap karya dan pengorbanan,” pungkas Ulin.
Penulis : Mudlo'af
Foto : Moh Hasan Saeful Rijal
Editor : Heni Ernawati