Ketua Bawaslu Demak Edukasi Bahaya Politik Uang dalam Kuliah Umum di PSDKU PNJ Demak
|
Demak – Ketua Bawaslu Kabupaten Demak, Ulin Nuha, memberikan edukasi tentang bahaya politik uang kepada mahasiswa PSDKU Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) Kampus Kabupaten Demak dalam kegiatan Kuliah Umum yang digelar usai penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara kedua lembaga, Kamis (4/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Ulin Nuha mengajak para mahasiswa untuk menjadi bagian dari gerakan penguatan demokrasi dengan menolak segala bentuk praktik politik uang. Menurutnya, mahasiswa sebagai generasi terdidik memiliki peran strategis dalam membangun budaya politik yang sehat dan berintegritas.
Menurut Ulin, Politik uang tidak hanya merusak proses demokrasi, tetapi juga berpotensi melahirkan pemimpin yang lebih mengutamakan pengembalian modal politik dibandingkan kepentingan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa berbagai kasus korupsi yang terjadi di Indonesia dapat menjadi pelajaran berharga mengenai dampak buruk dari proses demokrasi yang tidak berjalan secara bersih. Ketika seseorang memperoleh jabatan melalui praktik politik uang, maka terdapat kecenderungan untuk mencari cara mengembalikan biaya yang telah dikeluarkan selama proses politik, bahkan dengan tujuan memperoleh keuntungan lebih besar.
Akibatnya, kebijakan publik yang seharusnya berpihak kepada kepentingan rakyat berisiko dipengaruhi oleh kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat merugikan masyarakat dan menghambat terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik.
Baca juga : Bawaslu Demak Gandeng PSDKU PNJ Demak Perkuat Pengawasan Partisipatif Menuju Pemilu 2029
Karena itu, Ulin mengajak mahasiswa untuk memulai perlawanan terhadap politik uang dari lingkungan terdekat. Menurutnya, upaya pencegahan tidak hanya dilakukan saat tahapan pemilu berlangsung, tetapi harus menjadi budaya yang dibangun dalam kehidupan sehari-hari.
"Kita bisa memulai dari diri sendiri, keluarga, teman, dan lingkungan sekitar. Jika generasi muda berani menolak politik uang, maka kita sedang membangun fondasi demokrasi yang lebih sehat untuk masa depan," tegasnya.
Melalui kuliah umum tersebut, Bawaslu Demak berharap dapat meningkatkan kesadaran politik generasi muda sekaligus memperkuat pengawasan partisipatif di tengah masyarakat. Sinergi antara Bawaslu dan kalangan akademisi diharapkan mampu melahirkan agen-agen demokrasi yang berkomitmen menjaga integritas Pemilu dan mendorong terwujudnya pemerintahan yang bersih, transparan, serta akuntabel.
Penulis : Mudlo'af
Foto : Moh. Hamdan
Editor : Heni Ernawati