Demokrasi Butuh Pekerja Keras
|
Demak – Demokrasi tidak akan tumbuh dan terjaga hanya dengan slogan. Demokrasi membutuhkan orang-orang yang mau bekerja, berani mengawasi, tidak lelah mengingatkan, serta tetap teguh ketika menemukan praktik yang menyimpang dari prinsip-prinsip demokrasi.
Pesan tersebut menjadi refleksi Ketua Bawaslu Kabupaten Demak, Ulin Nuha, terhadap kutipan Pangeran Diponegoro yang diunggah melalui akun media sosial resmi Bawaslu Kabupaten Demak, Kamis (8/10/2026).
Kutipan tersebut berbunyi: “Aku adalah pejuang. Sebagai pejuang tugasku adalah berjuang. Soal kalah dan menang itu bukan urusanku karena tugasku adalah berjuang.”
Menurut Ulin, pesan tersebut tidak hanya berbicara tentang perjuangan dalam menghadapi pertarungan, melainkan juga tentang keteguhan seseorang dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Dalam demokrasi, perjuangan tidak boleh berhenti hanya karena menghadapi tantangan, kurang mendapat apresiasi, atau hasil yang diharapkan belum terlihat.
“Demokrasi membutuhkan orang-orang yang tidak mudah menyerah. Tugas kita adalah bekerja, mengawasi, mencegah, mengingatkan, dan memastikan hak-hak rakyat tetap terlindungi. Soal hasil, itu bagian dari proses. Yang terpenting adalah kita tidak meninggalkan tugas dan tanggung jawab,” tegas Ulin.
Ia menilai, demokrasi akan kehilangan maknanya apabila masyarakat hanya menjadi penonton. Demokrasi membutuhkan partisipasi nyata dari seluruh elemen masyarakat. Ketika ada pelanggaran, masyarakat perlu berani menyampaikan. Saat ada informasi yang menyesatkan, masyarakat perlu kritis. Begitu pula ketika hak politik warga terancam, harus ada kepedulian untuk mengawalnya.
“Kalau semua orang memilih diam, siapa yang akan mengingatkan ketika demokrasi mulai menyimpang? Oleh karena itu, jangan hanya menjadi penonton demokrasi. Jadilah bagian yang ikut menjaganya,” ujarnya.
Dalam konteks tugas Bawaslu, semangat perjuangan tersebut diwujudkan melalui pengawasan, pencegahan, pendidikan politik, penguatan partisipasi masyarakat, serta pengawalan hak pilih. Semua itu membutuhkan konsistensi, bukan sekadar bekerja saat tahapan pemilu berlangsung.
Penulis : Mudlo'af
Foto: Moh Hasan Saeful Rijal
Editor : Heni Ernawati