Bawaslu Demak Ajak Bumikan Suri Teladan yang Baik
|
Demak – Keteladanan tidak cukup hanya dibicarakan, tetapi harus ditunjukkan melalui sikap dan tindakan. Pemimpin yang baik bukan hanya pandai menyampaikan pesan kepada masyarakat, melainkan mampu menghadirkan perilaku yang dapat dilihat, dirasakan, dan dijadikan contoh.
Pesan tersebut disampaikan Bawaslu Kabupaten Demak melalui unggahan konten edukatif di akun media sosial resminya pada Rabu (7/10/2026). Bawaslu mengangkat kutipan tokoh bangsa Cut Nyak Dhien, “Tidak ada kemarahan yang begitu berpengaruh seperti pengaruh dari teladan yang baik.”
Pesan itu menjadi refleksi penting bagi kehidupan publik, termasuk bagi para pemimpin dan elite politik. Sebab, masyarakat tidak hanya memperhatikan apa yang dikatakan oleh pemimpinnya, melainkan juga mencermati bagaimana perkataan tersebut diwujudkan dalam perilaku nyata.
Sejarah kepemimpinan Nabi Muhammad SAW juga menunjukkan betapa pentingnya keteladanan. Keberhasilan beliau dalam membangun masyarakat tidak hanya ditopang oleh pesan yang disampaikan, tetapi juga oleh akhlak dan perilaku yang menjadi contoh nyata bagi umat.
Dalam konteks demokrasi, keteladanan menjadi semakin krusial. Demokrasi yang bermartabat membutuhkan pemimpin yang mampu menunjukkan integritas, menghormati perbedaan, menjaga etika di ruang publik, serta menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Ketua Bawaslu Kabupaten Demak, Ulin Nuha, menegaskan bahwa keteladanan merupakan bahasa kepemimpinan yang paling mudah dipahami masyarakat.
“Masyarakat tidak hanya membutuhkan banyak nasihat, tetapi membutuhkan contoh. Apa yang dilakukan oleh pemimpin akan lebih cepat ditiru daripada apa yang hanya diucapkan. Karena itu, keteladanan harus menjadi bagian penting dari kepemimpinan dalam kehidupan demokrasi,” ujar Ulin.
Ia menambahkan, elite politik memiliki posisi strategis dalam membentuk budaya demokrasi. Sikap dalam menghadapi perbedaan, cara menyampaikan kritik, kesadaran menghormati hukum, serta kemampuan menjaga etika dalam berkompetisi akan menjadi pembelajaran politik yang berharga bagi masyarakat.
Penulis : Mudlo'af
Foto: Moh Hasan Saeful Rijal
Editor : Heni Ernawati