Bawaslu Demak Tekankan Pentingnya Disiplin Aparatur melalui Pesan Soekanto Tjokrodiatmodjo
|
Demak – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Demak kembali mengingatkan pentingnya disiplin sebagai fondasi utama dalam membangun aparatur yang profesional dan berintegritas. Pesan tersebut disampaikan melalui kutipan tokoh kepolisian nasional, Jenderal Polisi Soekanto Tjokrodiatmodjo, yang berbunyi, "Tanpa disiplin aparat akan rusak," pada Minggu (26/7/2026).
Ketua Bawaslu Kabupaten Demak, Ulin Nuha, menegaskan bahwa kutipan tersebut mengandung makna yang tetap relevan bagi seluruh aparatur negara, termasuk jajaran Bawaslu. Menurutnya, disiplin bukan sekadar kepatuhan terhadap jam kerja atau aturan administratif, melainkan komitmen moral untuk menjalankan tugas secara konsisten, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi integritas.
"Keberhasilan sebuah lembaga tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan sumber daya manusianya, tetapi juga oleh kedisiplinan setiap individu dalam melaksanakan tugas. Disiplin menjadi fondasi lahirnya profesionalisme dan pelayanan publik yang berkualitas," ujarnya.
Ia menjelaskan, aparatur yang mengabaikan disiplin akan rentan melakukan pelanggaran, menurunkan kualitas pelayanan, serta mengikis kepercayaan masyarakat terhadap institusi. Sebaliknya, budaya disiplin akan mendorong terciptanya tata kelola organisasi yang efektif, akuntabel, dan mampu memberikan hasil kerja terbaik.
Dalam konteks penyelenggaraan pengawasan pemilu, disiplin memiliki peran yang sangat penting. Seluruh proses pengawasan harus dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, tepat waktu, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kedisiplinan aparatur menjadi salah satu kunci dalam menjaga kualitas pengawasan sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap Bawaslu.
Ulin menambahkan bahwa disiplin juga mencerminkan penghormatan terhadap amanah yang diberikan negara dan masyarakat. Oleh karena itu, setiap pegawai dituntut untuk membangun budaya kerja yang tertib, produktif, dan berorientasi pada pelayanan.
"Disiplin bukanlah beban, melainkan investasi karakter. Aparatur yang disiplin akan lebih mampu menjaga integritas, menghindari penyimpangan, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," tegasnya.
Melalui refleksi atas pesan Soekanto Tjokrodiatmodjo tersebut, Bawaslu Kabupaten Demak berharap seluruh jajaran aparatur semakin memperkuat etos kerja, menjadikan disiplin sebagai budaya organisasi, serta terus meningkatkan kualitas pengawasan demi terwujudnya demokrasi yang bersih, jujur, dan berintegritas.
Penulis : Mudlo'af
Foto : Moh Hasan Saeful Rijal
Editor : Heni Ernawati