Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Demak: Memanusiakan Manusia adalah Fondasi Demokrasi Berintegritas

kutipan

Unggahan kutipan Sam Ratulangi di media sosial Bawaslu Demak

Demak - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Demak mengajak masyarakat merefleksikan nilai-nilai kebangsaan melalui unggahan kutipan tokoh nasional, Sam Ratulangi yang berbuyi: "Manusia baru dikatakan manusia kalau sudah memarusiakan manusia," Senin (13/7).

Kutipan (Quote) ini mengingatkan bahwa setiap kebijakan dan pelayanan publik harus berorientasi pada penghormatan terhadap martabat manusia.

Ketua Bawaslu Kabupaten Demak, Ulin Nuha, mengatakan bahwa kutipan Sam Ratulangi mengandung makna yang sangat relevan dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam penyelenggaraan demokrasi. Menurutnya, seseorang tidak dinilai sebagai manusia semata karena identitas atau kedudukannya, melainkan dari cara memperlakukan sesama dengan penuh penghormatan.

"Memanusiakan manusia berarti memperlakukan setiap orang secara adil, tanpa diskriminasi, serta menjunjung tinggi nilai-nilai empati, kepedulian, dan penghormatan terhadap perbedaan. Sikap inilah yang menjadi fondasi terciptanya kehidupan bermasyarakat yang harmonis, di mana setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berpartisipasi," ujar Ulin.

Ia menambahkan, nilai-nilai tersebut juga menjadi landasan penting dalam penyelenggaraan demokrasi dan kepemiluan. Menurutnya, memanusiakan manusia berarti menghargai setiap suara rakyat sebagai amanah yang harus dijaga, sehingga tidak boleh dinodai oleh praktik-praktik yang mencederai demokrasi.

"Politik uang, intimidasi, manipulasi, maupun penyebaran hoaks merupakan tindakan yang merendahkan martabat pemilih. Sebaliknya, seluruh proses demokrasi harus memberikan ruang bagi setiap warga negara untuk menggunakan hak pilihnya secara bebas, sadar, dan bertanggung jawab," tegasnya.

Ulin menilai pesan Sam Ratulangi tetap relevan di tengah berbagai tantangan kehidupan berbangsa saat ini. Kemajuan bangsa, katanya, tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik atau kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kualitas kemanusiaan warganya.

"Ketika setiap orang mampu memanusiakan sesama, akan tumbuh kepercayaan, persatuan, dan keadilan. Nilai-nilai itulah yang menjadi fondasi kokoh bagi terwujudnya demokrasi yang berintegritas serta bangsa yang maju dan bermartabat pungkasnya.

Penulis : Mudlo'af 

Foto : -

Editor : Heni Ernawati