Bawaslu Demak: Kemerdekaan Sejati Terwujud Saat Masyarakat Berani Menegakkan Kebenaran
|
Demak – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Demak memandang bahwa warga masyarakat benar-benar merdeka manakala tidak ada lagi hambatan untuk menyampaikan dan mempertahankan kebenaran. Dalam konteks kepemiluan, demokrasi yang berkualitas lahir dari warga negara yang merdeka dalam berpikir, kritis dalam menyikapi informasi, serta berani menolak praktik-praktik yang mencederai nilai demokrasi, seperti politik uang, penyebaran hoaks, ujaran kebencian, maupun berbagai bentuk kecurangan.
"Demokrasi yang berkualitas lahir dari warga negara yang merdeka dalam berpikir, kritis dalam menyikapi informasi, serta berani menolak politik uang, penyebaran hoaks, ujaran kebencian, maupun berbagai bentuk kecurangan. Namun, kebebasan tersebut harus selalu disertai tanggung jawab moral agar tidak berubah menjadi kebebasan yang merugikan orang lain," ujar Ulin.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai refleksi atas pemikiran Mgr. Albertus Soegijapranata yang berbunyi, "Jiwa kita adalah merdeka, jika kita selalu menuntut apa pun juga yang bersifat sungguh benar, sungguh baik, sungguh indah dengan leluasa." Menurutnya, kutipan yang diunggah hari ini, Rabu (22/7/2026). mengandung pesan bahwa kemerdekaan batin hanya dapat diwujudkan ketika setiap individu memiliki keberanian untuk menjunjung tinggi nilai kebenaran, kebaikan, dan keindahan dalam kehidupan bermasyarakat.
Lebih lanjut, Ulin menegaskan bahwa semangat tersebut sejalan dengan tugas Bawaslu dalam menjaga integritas demokrasi. Pengawasan partisipatif tidak akan terwujud tanpa masyarakat yang memiliki keberanian menyampaikan informasi, melaporkan dugaan pelanggaran, serta berpartisipasi aktif mengawal setiap proses demokrasi secara jujur dan bertanggung jawab.
Ia berharap nilai-nilai yang diwariskan Mgr. Albertus Soegijapranata dapat menginspirasi masyarakat untuk terus merawat demokrasi dengan mengedepankan kejujuran, integritas, dan kepedulian terhadap kepentingan bersama. Dengan demikian, demokrasi tidak hanya menjadi mekanisme memilih pemimpin, tetapi juga menjadi ruang untuk menumbuhkan warga negara yang merdeka dalam berpikir, berani membela kebenaran, dan bertanggung jawab dalam menggunakan kebebasannya.
Penulis : Mudlo'af
Foto : Moh Hasan Saeful Rijal
Editor : Heni Ernawati