Bawaslu Demak: Demokrasi Harus Dijaga dengan Prinsip
|
Demak – Bawaslu Kabupaten Demak mengajak masyarakat untuk tidak sekadar menjadi penonton dalam kehidupan berdemokrasi, melainkan mengambil peran aktif dalam menjaga prinsip, mengawal aturan, dan mempertahankan nilai-nilai demokrasi.
Ajakan tersebut disampaikan melalui edukasi publik dengan mengunggah kutipan tokoh perjuangan Bataha Santiago pada Senin (28/9/2026):
“Saya lebih baik rela mati untuk suatu keyakinan, karena keyakinan saya ialah lebih baik mati menentang penjajah, atau hidup merdeka sebagai manusia yang berhak untuk melanjutkan keyakinan saya.”
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa demokrasi membutuhkan keteguhan prinsip. Kebebasan tidak boleh dimaknai sebagai kebebasan tanpa batas, sementara perbedaan tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling menjauh atau menghilangkan hak orang lain.
Menurut Bawaslu Demak, demokrasi bukan hanya tentang datang ke tempat pemungutan suara dan menentukan pilihan. Demokrasi juga hadir dalam keberanian masyarakat menyampaikan pendapat, menghormati perbedaan, menolak praktik yang mencederai proses pemilu, serta berpartisipasi aktif melakukan pengawasan.
Masyarakat memiliki peran penting untuk memastikan kebebasan tidak disalahgunakan, informasi tidak dipelintir menjadi provokasi, perbedaan pilihan tidak berubah menjadi permusuhan, dan kepentingan politik tidak mengorbankan kepentingan masyarakat.
Oleh karena itu, Bawaslu Demak mendorong masyarakat untuk berani bersikap ketika menemukan dugaan pelanggaran, kritis terhadap informasi yang diterima, serta tidak mudah terpengaruh oleh ajakan yang dapat merusak persatuan dan kualitas demokrasi.
“Jangan biarkan demokrasi hanya menjadi seremoni. Rawat dengan partisipasi, jaga dengan integritas, dan tegakkan dengan keberanian,” tutur Ketua Bawaslu Demak, Ulin Nuha.
Penulis : Mudlo'af
Foto : Moh Hasan Saeful Rijal
Editor : Heni Ernawati