Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Demak: Dedikasi Bukan Diukur dari Jabatan, tetapi dari Kinerja

kutipan

Unggahan grafis kuotasi kutipan Jenderal TNI (Purn.) G.P.H. Djatikoesoemo di akun resmi media sosial Bawaslu Kabupaten Demak, Jumat (9/10/2026).

Demak – Jabatan bukanlah ukuran utama pengabdian seseorang kepada bangsa. Hal yang lebih penting adalah bagaimana amanah dijalankan dan seberapa besar kontribusi nyata yang diberikan. Pesan inilah yang diangkat Bawaslu Kabupaten Demak melalui unggahan konten edukatif di akun media sosial resminya, Jumat (9/10/2026).

Konten tersebut mengutip pesan Jenderal TNI (Purn.) G.P.H. Djatikoesoemo: “Yang penting bukan jabatannya, tetapi yang penting tugasnya.”

Kutipan ini menjadi pengingat bahwa nilai seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh tinggi atau rendahnya jabatan yang disandang, melainkan oleh tanggung jawab, dedikasi, dan hasil kerja yang diberikan. Jabatan merupakan amanah, sedangkan kinerja dan pengabdian menjadi wujud nyata dari pelaksanaan amanah tersebut.

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, setiap orang memiliki peran sesuai tugas dan tanggung jawabnya. Tidak semua orang harus menduduki jabatan tinggi untuk memberikan manfaat. Kontribusi yang dilakukan secara konsisten, profesional, dan berintegritas justru menjadi bagian penting dalam membangun bangsa.

Pesan tersebut juga relevan bagi penyelenggara pemilu. Menjaga demokrasi bukan sekadar soal kedudukan atau kewenangan, melainkan tentang kesediaan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas, serta memastikan hak-hak politik masyarakat terlindungi.

Melalui pesan ini, Bawaslu Demak mengajak masyarakat untuk memaknai pengabdian secara lebih substantif. Sebab, jabatan pada akhirnya dapat berganti, tetapi nilai dari pekerjaan yang dilakukan dengan tulus, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kepentingan publik akan tetap memberikan manfaat.

“Demokrasi membutuhkan orang-orang yang bekerja, bukan sekadar mereka yang memiliki jabatan,” tutur Ulin Nuha, Ketua Bawaslu Kabupaten Demak.

Penulis : Mudlo'af 

Foto: Moh Hasan Saeful Rijal

Editor : Heni Ernawati