Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Demak Bahas Islam Dan Demokrasi Dalam Ngabuburit Pengawasan

bu wiwit

Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas Bawaslu Demak, Wiwit Puspitasari saat mengisi Ngabuburit Pengawasan dalam program Posonan (26/2/2026)

Demak – tayangan perdana Ngabuburit Pengawasan yang digelar Bawaslu Kabupaten Demak Kamis, 26 Februari 2026 mengangkat  tema Islam dan Demokrasi. Kegiatan edukatif ini menghadirkan Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas Bawaslu Demak, Wiwit Puspitasari, sebagai narasumber.

Dalam tayangan yang dikemas dengan gaya santai namun berbobot tersebut, Wiwit mengupas hubungan nilai-nilai Islam dengan praktik demokrasi di Indonesia. Meski disajikan dalam format monolog, materi tetap menarik dan mudah dipahami oleh masyarakat yang menyaksikan.

Menurut Wiwit, demokrasi di Indonesia pada dasarnya sejalan dengan prinsip-prinsip ajaran Islam. Ia menyebut nilai-nilai seperti kesamaan derajat, kemerdekaan, persaudaraan, keadilan, dan musyawarah merupakan bagian penting dalam demokrasi. Dalam ajaran Islam, nilai-nilai tersebut dikenal dengan istilah al-musawaha, al-hurriyah, al-ukhuwah, al-adilah, dan as-syura.

“Ketika prinsip-prinsip tersebut benar-benar dijalankan, demokrasi dapat menjadi sistem pemerintahan yang adil dan membawa kemaslahatan bagi masyarakat,” ujar Wiwit.

Baca juga : Pasca Layangkan Saran Perbaikan, Bawaslu Demak Kembali Lakukan Uji Petik

Melalui program Ngabuburit Pengawasan ini, Bawaslu Demak tidak hanya mengajak masyarakat menunggu waktu berbuka dengan kegiatan positif, tetapi juga memperkuat literasi demokrasi yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengawasan partisipatif demi terciptanya demokrasi yang berintegritas.

Penulis : Mudlo'af

Foto : Moh. Hamdan

Editor : Humas Bawaslu Demak