Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Demak Ajak Masyarakat Utamakan Introspeksi, Jangan Mudah Mengambinghitamkan Orang Lain

kutipan

Flyer ajakan introspeksi diri dari Bawaslu Kabupaten Demak yang mengutip pesan Presiden ke-2 RI, Soeharto, diunggah melalui media sosial resmi Bawaslu Demak, Kamis (23/7/2026).

Demak – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Demak mengajak masyarakat untuk membangun budaya introspeksi dan tidak mudah menyalahkan atau mengambinghitamkan orang lain ketika menghadapi kekecewaan maupun persoalan dalam kehidupan. Ajakan tersebut disampaikan melalui refleksi atas kutipan Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, yang berbunyi, "Jangan pernah menyalahkan orang lain karena mengecewakanmu. Salahkan dirimu karena berharap terlalu banyak kepada mereka."

Ketua Bawaslu Kabupaten Demak, Ulin Nuha, menilai bahwa kutipan yang diunggah pada Kamis (23/7/2026) tersebut mengandung pesan mendalam tentang pentingnya evaluasi diri sebelum menyalahkan pihak lain. Menurutnya, sikap introspektif merupakan salah satu fondasi untuk membangun karakter yang dewasa, objektif, dan bertanggung jawab, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam proses demokrasi.

"Introspeksi bukan berarti membenarkan setiap kesalahan orang lain, tetapi mengajak kita untuk melihat apakah ada hal yang perlu diperbaiki dari diri sendiri. Dengan demikian, kita tidak mudah mencari kambing hitam atas setiap persoalan yang terjadi," ujar Ulin.

Ia menjelaskan bahwa kebiasaan menyalahkan orang lain tanpa didasari evaluasi diri hanya akan melahirkan sikap saling menyudutkan dan menghambat penyelesaian masalah. Sebaliknya, masyarakat yang terbiasa melakukan introspeksi akan lebih mampu berpikir jernih, menerima kritik, serta mencari solusi yang konstruktif.

Dalam konteks demokrasi, Ulin menambahkan bahwa nilai introspeksi sangat diperlukan oleh seluruh elemen masyarakat. Perbedaan pilihan politik maupun dinamika penyelenggaraan pemilu hendaknya tidak menjadi alasan untuk saling menyalahkan tanpa dasar. Masyarakat didorong untuk mengedepankan fakta, menghindari prasangka, serta membangun budaya dialog yang sehat dan bertanggung jawab.

Bawaslu Demak juga mengingatkan bahwa demokrasi yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh aturan dan lembaga penyelenggara, tetapi juga oleh kedewasaan masyarakat dalam menyikapi setiap persoalan. Kemauan untuk mengevaluasi diri, menerima perbedaan, dan tidak mudah mencari kambing hitam merupakan modal penting dalam menciptakan kehidupan demokrasi yang harmonis, berintegritas, dan berkeadilan.

Penulis : Mudlo'af

Foto : Moh Hasan Saeful Rijal

Editor : Heni Ernawati