Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Demak Ajak Masyarakat Tidak Apatis terhadap Pelanggaran dan Ketidakjujuran

k

Unggahan kutipan tokoh perempuan Indonesia, Siti Walidah, pada akun media sosial resmi Bawaslu Demak yang berbunyi, "Jangan pernah menyerah memperjuangkan kebenaran dan keadilan karena itu adalah bagian dari iman kita," Sabtu (18/07/2026).

Demak – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Demak mengajak masyarakat untuk tidak bersikap apatis terhadap berbagai bentuk pelanggaran, ketidakjujuran, maupun penyalahgunaan kekuasaan. Ajakan tersebut disampaikan melalui unggahan kutipan tokoh perempuan Indonesia, Siti Walidah, pada akun media sosial resmi Bawaslu Demak yang berbunyi, "Jangan pernah menyerah memperjuangkan kebenaran dan keadilan karena itu adalah bagian dari iman kita," Sabtu (18/07/2026).

Ketua Bawaslu Kabupaten Demak, Ulin Nuha, mengatakan bahwa kutipan tersebut mengandung pesan moral yang sangat relevan bagi kehidupan berbangsa dan berdemokrasi. Menurutnya, sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan, iman tidak cukup hanya diyakini dalam hati, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam menegakkan kebenaran dan keadilan.

"Kebenaran harus terus disuarakan dan keadilan harus terus diperjuangkan. Keduanya bukan hanya menjadi ajaran agama, tetapi juga fondasi dalam membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," ujar Ulin.

Ia menambahkan, dalam kehidupan demokrasi, keadilan tidak akan terwujud apabila masyarakat memilih diam atau bersikap apatis terhadap berbagai bentuk pelanggaran. Sebaliknya, keberanian untuk bersikap jujur, mengingatkan ketika terjadi penyimpangan, serta berpartisipasi mengawasi jalannya kehidupan publik merupakan wujud nyata pengamalan nilai-nilai keimanan.

"Demokrasi yang sehat membutuhkan warga negara yang peduli terhadap kebenaran, berani menolak segala bentuk kecurangan, serta aktif mengawal proses demokrasi agar berjalan sesuai prinsip kejujuran, keadilan, dan integritas," tegasnya.

Menurut Ulin, semangat tersebut juga sejalan dengan komitmen Bawaslu dalam membangun pengawasan partisipatif. Pengawasan pemilu bukan semata menjadi tanggung jawab penyelenggara, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Kepedulian publik untuk melaporkan dugaan pelanggaran, menolak politik uang, menangkal hoaks, serta mengawasi setiap tahapan pemilu merupakan kontribusi penting dalam menjaga kualitas demokrasi.

Lebih lanjut, Ulin berharap pesan yang disampaikan melalui kutipan Siti Walidah dapat menginspirasi generasi muda untuk menjadi pribadi yang berintegritas. Menurutnya, memperjuangkan kebenaran tidak hanya dilakukan dalam ruang demokrasi, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, seperti membiasakan sikap jujur, bertanggung jawab, disiplin, dan tidak mudah menyerah dalam meraih cita-cita.

"Kebenaran dan keadilan memang tidak selalu menghadirkan hasil secara instan. Namun, konsistensi dalam memperjuangkannya akan melahirkan perubahan yang lebih baik bagi masyarakat. Karena itu, jangan pernah lelah menjadi bagian dari upaya menjaga nilai-nilai demokrasi yang berintegritas," pungkasnya.

Penulis : Mudlo'af

Foto : Moh Hasan Saeful Rijal

Editor : Heni Ernawati