Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Demak ajak Kuasai ruang kedaulatan

kutipan

Unggahan grafis kuotasi kutipan Laksamana TNI (Anumerta) R. Eddy Martadinata di akun resmi media sosial Bawaslu Kabupaten Demak, Selasa (6/10/2026)

Demak — Bawaslu Kabupaten Demak menyampaikan pesan edukatif kepada masyarakat untuk menguasai ruang demokrasi. Melalui media sosial resminya pada Selasa (6/10/2026), Bawaslu Demak mengutip pesan dari tokoh bangsa, Laksamana TNI (Anumerta) R. Eddy Martadinata: "Kuasailah Lautanmu."

Pesan tersebut tidak sekadar berbicara tentang laut sebagai ruang geografis, tetapi juga mengandung makna pentingnya penguasaan, keberanian, dan tanggung jawab dalam menjaga kedaulatan. Bagi Bawaslu Demak, semangat itu sangat relevan untuk direfleksikan dalam kehidupan berdemokrasi.

Kalimat "Kuasailah lautanmu" dimaknai sebagai ajakan agar bangsa tidak hanya menjadi penonton atas kekayaan dan masa depannya sendiri. Dalam konteks demokrasi, rakyat harus mampu menguasai ruang kedaulatannya melalui pengetahuan, kepedulian, keberanian menyampaikan pendapat, serta keterlibatan aktif dalam mengawal proses demokrasi.

Ketua Bawaslu Kabupaten Demak, Ulin Nuha, menilai semangat yang terkandung dalam pesan RE Martadinata dapat menjadi pengingat bahwa kedaulatan harus benar-benar berada di tangan rakyat.

"Kalau rakyat tidak menguasai ruang demokrasinya, maka ruang itu akan mudah diisi oleh kepentingan yang tidak berpihak pada rakyat. Karena itu, masyarakat harus memahami haknya, berani mengawasi, dan tidak membiarkan demokrasi berjalan tanpa kontrol," tegasnya.

Menurut Ulin, penguasaan terhadap ruang demokrasi bukan berarti menguasai untuk kepentingan pribadi atau kelompok, melainkan memahami, menjaga, dan menggunakan hak politik secara bertanggung jawab.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menjadi subjek dalam demokrasi, bukan sekadar objek yang hanya dibutuhkan ketika pemilu tiba. Pendidikan politik dan pengawasan partisipatif dinilai menjadi kunci penting untuk memastikan kedaulatan rakyat tidak berhenti sebatas slogan.

Penulis : Mudlo'af 

Foto: Moh Hasan Saeful Rijal

Editor : Heni Ernawati