Bawaslu Demak: Jaga Kemerdekaan dengan Iman dan Ilmu
|
Demak — Kemerdekaan tidak cukup hanya disyukuri, tetapi harus dijaga dengan iman, ilmu, dan tindakan nyata. Pesan tersebut disampaikan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Demak melalui konten edukatif yang diunggah di akun media sosial resminya pada Rabu (4/11/2026).
Konten tersebut berupa flyer (pamflet) yang memuat kutipan tokoh bangsa, Ki Bagus Hadikusumo, yang berbunyi:
“Kemerdekaan adalah amanah Tuhan yang harus dijaga dengan iman dan ilmu.”
Kutipan ini menegaskan bahwa kemerdekaan bukan sekadar anugerah, melainkan amanah yang menuntut tanggung jawab penuh. Iman menjadi pijakan moral dalam menjaga kejujuran dan persatuan, sementara ilmu menjadi bekal untuk berpikir kritis, mengambil keputusan bijaksana, serta mengisi kemerdekaan dengan karya dan pengabdian.
Ketua Bawaslu Kabupaten Demak, Ulin Nuha, menegaskan bahwa menjaga kemerdekaan di era demokrasi harus diwujudkan melalui kesadaran dan tanggung jawab setiap warga negara.
“Menjaga kemerdekaan tidak cukup hanya dengan mengenang perjuangan para pendahulu. Kita harus mengisinya dengan iman yang menguatkan integritas dan ilmu yang mencerdaskan. Dalam demokrasi, hal itu diwujudkan dengan menghormati perbedaan, menjaga kejujuran, serta berani mengawal hak pilih sebagai bagian dari kedaulatan rakyat,” ungkapnya.
Menurutnya, pengawasan pemilu bukan semata tugas Bawaslu, melainkan tanggung jawab bersama. Partisipasi masyarakat yang dilandasi pengetahuan dan kesadaran moral menjadi kekuatan penting untuk mencegah praktik-praktik yang mencederai demokrasi, seperti politik uang, penyebaran hoaks, dan penyalahgunaan kekuasaan.
Penulis : Mudlo'af
Foto : -
Editor : Heni Ernawati