Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Demak Ajak Bangun Ekosistem Demokrasi yang Sehat

kutipan

Unggahan grafis kuotasi kutipan tokoh bangsa, Ignatius Joseph Kasimo Hendrowahyono di akun resmi media sosial Bawaslu Kabupaten Demak, Kamis (5/11/2026).

Demak – Demokrasi yang sehat tidak lahir hanya dari aturan dan penyelenggaraan pemilu yang baik. Lebih dari itu, demokrasi membutuhkan ekosistem yang mampu membentuk masyarakat berintegritas, menghargai perbedaan, menghormati pilihan politik, serta menolak segala bentuk praktik yang mencederai nilai-nilai demokrasi.

Pesan tersebut disampaikan Bawaslu Kabupaten Demak melalui konten edukatif berupa kutipan tokoh bangsa, Ignatius Joseph Kasimo Hendrowahyono, yang diunggah melalui akun media sosial resminya pada Kamis, 5 November 2026.

"Bila warna bejananya merah ia akan tampak merah. Bila warna bejananya hijau ia akan tampak hijau. Bila warna bejananya kuning ia akan tampak kuning."

Kutipan tersebut mengandung pesan bahwa lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap cara seseorang berpikir, bersikap, dan bertindak. Apa yang tumbuh dalam suatu lingkungan akan membentuk karakter dan perilaku orang-orang di dalamnya. Karena itu, membangun demokrasi tidak cukup hanya dengan mengajak masyarakat menggunakan hak pilih, tetapi juga perlu menciptakan lingkungan sosial yang menumbuhkan budaya demokratis.

Dalam konteks demokrasi, lingkungan yang sehat harus mampu memberikan ruang bagi perbedaan tanpa melahirkan permusuhan. Perbedaan pilihan politik tidak boleh menjadi alasan untuk saling merendahkan, memutus persaudaraan, apalagi memaksakan kehendak. Masyarakat juga harus memiliki keteguhan untuk menolak politik uang, berita bohong, intimidasi, dan berbagai praktik yang merusak kualitas pemilu.

Ketua Bawaslu Kabupaten Demak, Ulin Nuha, menegaskan bahwa demokrasi yang berkualitas membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, membangun demokrasi bukan semata-mata tugas penyelenggara pemilu, melainkan tanggung jawab bersama.

"Kalau kita ingin melahirkan demokrasi yang sehat, maka ekosistemnya juga harus sehat. Keluarga, lingkungan pendidikan, masyarakat, hingga ruang digital harus menjadi tempat tumbuhnya nilai kejujuran, toleransi, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap perbedaan. Jangan sampai lingkungan justru membiasakan praktik-praktik yang merusak demokrasi," pesannya.

Melalui pesan tersebut, Bawaslu Demak mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjadi pemilih yang cerdas, tetapi juga menjadi bagian dari lingkungan yang menjaga kualitas demokrasi. Pasalnya, demokrasi yang bermartabat tidak tumbuh secara instan saat pemungutan suara, melainkan dibangun melalui kebiasaan dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis : Mudlo'af 

Foto :  Moh Hasan Saeful Rijal

Editor : Heni Ernawati