Lompat ke isi utama

Berita

Ulin Nuha: Jangan Apatis terhadap Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

kutipan

Unggahan kutipan Pahlawan Nasional Robert Wolter Monginsidi di media sosial Bawaslu Demak

Demak – Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Demak, Ulin Nuha, mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak bersikap apatis terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, masa depan demokrasi Indonesia sangat ditentukan oleh kepedulian dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dalam menjaga integritas pemilu.

Pesan tersebut disampaikan Ulin saat merefleksikan kutipan Pahlawan Nasional Robert Wolter Monginsidi yang diunggah melalui media sosial Bawaslu Demak, Sabtu (11/7/2026).  Kutipan itu berbunyi, "Jangan takut melihat masa depan, saya telah merintis jalan bagi kalian, meskipun harus dilalui dengan tetesan darah." 

Menurut Ulin, kutipan tersebut mengandung makna bahwa kemerdekaan dan demokrasi yang dinikmati saat ini merupakan hasil perjuangan dan pengorbanan para pahlawan yang harus dijaga serta dilanjutkan oleh generasi penerus.

"Jangan apatis terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga demokrasi sebagai wujud penghormatan atas perjuangan para pahlawan," tegas Ulin.

Ia menambahkan, pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen bangsa—mulai dari penyelenggara, peserta pemilu, hingga masyarakat, memiliki keberanian untuk menolak segala bentuk kecurangan. Hal itu termasuk menolak politik uang, penyebaran hoaks, serta berbagai praktik yang dapat merusak kualitas demokrasi. Oleh karena itu, menjaga integritas setiap tahapan pemilu merupakan bagian dari melanjutkan cita-cita perjuangan para pendiri bangsa.

Ulin juga menekankan bahwa semangat Robert Wolter Monginsidi patut menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berani mengambil peran dalam kehidupan demokrasi. Bagi Ulin, menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab, meningkatkan literasi kepemiluan, serta berpartisipasi dalam pengawasan pemilu merupakan bentuk nyata pengabdian kepada bangsa. 

Dengan demikian, pengorbanan para pahlawan tidak berhenti sebagai catatan sejarah, melainkan terus hidup melalui komitmen seluruh warga negara dalam mewujudkan demokrasi yang bermartabat, berintegritas, dan berkeadilan.

Penulis : Mudlo'af

Foto : Moh Hasan saeful Rijal

Editor : Heni Ernawati