Lompat ke isi utama

Berita

Pendidikan Jadi Kunci Mewujudkan Pemilu Inklusif

kutipan

Unggahan kutipan tokoh nasional Rasuna Said yang berbunyi, "Majukan perempuan dengan pendidikan agar mereka merdeka," Jumat (10/7/2026).

Demak – Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Demak, Ulin Nuha, menilai pendidikan merupakan kunci utama dalam mewujudkan pemilu yang inklusif dan berkeadilan. Hal itu disampaikannya saat merefleksikan pemikiran tokoh nasional Rasuna Said yang berbunyi, "Majukan perempuan dengan pendidikan agar mereka merdeka," Jumat (10/7/2026).

Menurut Ulin, pesan tersebut menegaskan bahwa pendidikan mampu membangun masyarakat yang mandiri, kritis, dan bertanggung jawab dalam menggunakan hak politiknya. Perempuan yang memiliki pendidikan dan literasi kepemiluan yang baik akan lebih mampu menentukan pilihan secara rasional serta tidak mudah terpengaruh hoaks, politik uang, maupun bentuk manipulasi lainnya.

"Pemilu yang inklusif tidak hanya menjamin setiap warga negara dapat menggunakan hak pilihnya, tetapi juga memastikan semua kelompok masyarakat memperoleh akses yang sama terhadap pendidikan politik dan informasi kepemiluan," ujar Ulin.

Ia menambahkan, perempuan memiliki peran strategis dalam memperkuat demokrasi, tidak hanya sebagai pemilih, tetapi juga sebagai pengawas partisipatif, penyelenggara, maupun agen pendidikan politik di lingkungan keluarga dan masyarakat. Dengan meningkatnya literasi politik, kualitas partisipasi masyarakat dalam pemilu juga akan semakin baik.

Oleh karena itu, Bawaslu Kabupaten Demak terus mendorong pendidikan kepemiluan bagi seluruh lapisan masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan pemilu yang inklusif, berintegritas, dan demokratis. Menurut Ulin, semangat yang diwariskan Rasuna Said menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah jalan menuju kemerdekaan berpikir sekaligus fondasi lahirnya pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab.

Penulis : Mudlo'af 

Foto : -

Editor : Heni Ernawati