Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Demak Tanamkan Cinta Tanah Air: Boleh Berbeda Pilihan, Indonesia Tetap yang Utama

Demak — Menanamkan rasa cinta dan kesetiaan terhadap Tanah Air tidak selalu harus dilakukan melalui pidato atau kegiatan seremonial. Pesan kebangsaan juga dapat disampaikan melalui media sosial dengan cara sederhana, menarik, dan mudah dipahami masyarakat. Inilah yang dilakukan Bawaslu Kabupaten Demak melalui unggahan konten edukatif berupa flyer quote tokoh nasional Halim Perdanakusuma di akun media sosial resminya, Jumat (16/10/2026).

​Konten tersebut memuat kutipan, “Membeli apa pun sesuai pilihan diri sendiri, dan yang terpenting: Indonesia, Indonesia, Indonesia.”

Kutipan ini mengandung pesan mendalam tentang kebebasan menentukan pilihan sekaligus pentingnya menjaga kesetiaan kepada bangsa dan negara. Setiap orang memiliki hak untuk menentukan pilihan sesuai kehendak dan hati nuraninya. Namun, kebebasan tersebut hendaknya tidak membuat seseorang melupakan kepentingan yang lebih besar, yakni persatuan dan masa depan Indonesia.

​Dalam konteks demokrasi, pesan ini memiliki relevansi yang kuat. Perbedaan pilihan politik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokratis. Setiap warga negara berhak menentukan pilihannya tanpa tekanan, intimidasi, maupun paksaan dari pihak mana pun. Pilihan tersebut harus dihormati sebagai wujud kedaulatan rakyat.

​Akan tetapi, demokrasi tidak berhenti pada kebebasan memilih. Demokrasi juga menuntut kedewasaan untuk menerima perbedaan, menghormati hak orang lain, dan menjaga persaudaraan di tengah keberagaman. Jangan sampai perbedaan pilihan justru menjadi alasan untuk bermusuhan, memutus hubungan sosial, atau mengorbankan kepentingan bersama.

​Penegasan “Indonesia, Indonesia, Indonesia” menjadi pengingat bahwa di tengah beragam kepentingan dan pilihan, kecintaan terhadap Tanah Air harus tetap menjadi landasan bersama. Kepentingan kelompok maupun golongan tidak semestinya mengalahkan komitmen untuk menjaga persatuan, menghormati konstitusi, dan merawat kehidupan demokrasi.

​Melalui konten edukatif ini, Bawaslu Demak menghadirkan pendidikan demokrasi yang tidak hanya berorientasi pada pemahaman tentang pemilu dan pengawasan, tetapi juga pada pembentukan karakter warga negara yang menjunjung tinggi nilai kebangsaan. Media sosial dimanfaatkan sebagai ruang untuk menyebarkan pesan bahwa demokrasi yang sehat membutuhkan kebebasan, tanggung jawab, dan rasa saling menghormati.

​“Boleh berbeda pilihan, tetapi jangan kehilangan rasa cinta kepada Indonesia,” tutur Ulin Nuha, Ketua Bawaslu Demak.

Penulis : Mudlo'af 

Foto :-

Editor : Heni Ernawati