Bawaslu Demak Semangati Kaum Hawa Menjadi Pejuang Demokrasi
|
Demak – Bawaslu Kabupaten Demak mengajak kaum perempuan untuk tidak hanya menjadi penonton dalam kehidupan demokrasi, tetapi turut mengambil peran sebagai pejuang demokrasi.
Pesan tersebut disampaikan Bawaslu Demak melalui unggahan kutipan tokoh bangsa Alexander Andries Maramis, “Wanita-wanita sekarang telah insaf (sadar) akan panggilan (untuk perjuangan) zaman itu,” pada Kamis (24/9/2026).
Bawaslu Demak menilai keterlibatan perempuan merupakan bagian penting dalam membangun demokrasi yang inklusif. Perempuan memiliki ruang yang sama untuk menyampaikan gagasan, berpartisipasi dalam kehidupan politik, serta ikut mengawal proses demokrasi.
Menurut Bawaslu, afirmasi terhadap keterlibatan perempuan yang telah dibangun melalui berbagai ketentuan peraturan perundang-undangan perlu dimanfaatkan secara nyata. Kesempatan tersebut tidak cukup hanya tersedia secara normatif, tetapi perlu diisi dengan keberanian untuk berpartisipasi.
Perempuan dapat mengambil peran melalui berbagai ruang, mulai dari pendidikan politik, pengawasan partisipatif, organisasi masyarakat, lingkungan pendidikan, hingga keterlibatan dalam proses politik dan pemilu.
“Kesempatan yang sudah dibuka harus dimanfaatkan. Perempuan harus berani bersuara, berani terlibat, dan berani ikut mengawal demokrasi. Demokrasi membutuhkan partisipasi semua pihak, termasuk kaum perempuan,” tegas Ulin Nuha, Ketua Bawaslu Demak.
Bawaslu Demak berharap semakin banyak perempuan yang sadar akan hak dan tanggung jawabnya sebagai warga negara. Dengan keterlibatan yang lebih luas, perempuan tidak hanya menjadi penerima dampak kebijakan, tetapi juga ikut berkontribusi dalam menjaga demokrasi yang berintegritas.
Penulis : Mudlo'af
Foto : -
Editor : Heni Ernawati