Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Demak: Jangan Jadikan Materi sebagai Ukuran Harga Diri dan Pilihan Politik

Demak — Bawaslu Kabupaten Demak mendorong masyarakat untuk tidak menjadikan materi sebagai ukuran harga diri maupun dasar dalam menentukan pilihan politik. Demokrasi yang sehat harus dibangun dengan integritas, bukan transaksi dan kecurangan.

Pesan tersebut disampaikan Bawaslu Demak melalui refleksi atas kutipan tokoh pergerakan nasional Ernest Douwes Dekker: “Yang memalukan adalah kejahatan, bukan kemiskinan.” Kutipan tersebut diunggah Bawaslu Demak pada Jumat (25/9/2026).

Ketua Bawaslu Demak, Ulin Nuha, menegaskan bahwa kondisi ekonomi seseorang tidak pernah menjadi ukuran kehormatan. Kemiskinan maupun keterbatasan tidak seharusnya membuat seseorang merasa rendah diri.

“Kemiskinan tidak menghilangkan kehormatan seseorang. Namun, ketika kekayaan diperoleh dengan mengorbankan kejujuran dan hak orang lain, di situlah kehormatan kehilangan maknanya,” tegas Ulin.

Menurutnya, prinsip tersebut sangat relevan dalam kehidupan berdemokrasi. Hak politik masyarakat tidak semestinya dipandang sebagai sesuatu yang dapat diperjualbelikan. Pilihan politik merupakan hak warga negara yang harus diberikan secara bebas dan bertanggung jawab.

Bawaslu Demak mengajak masyarakat untuk menjaga agar proses demokrasi tidak bergeser menjadi sekadar pertukaran materi. Politik transaksional berpotensi mengikis nilai-nilai kejujuran dan mengaburkan substansi kedaulatan rakyat.

Pesan Ernest Douwes Dekker tersebut, lanjut Ulin, menjadi pengingat bahwa kehormatan tidak lahir dari banyaknya harta, jabatan, maupun kekuasaan, melainkan tumbuh dari kejujuran, keberanian menjaga prinsip, dan kesediaan menghormati hak orang lain.

Penulis: Mudlo'af 

Foto :-

Editor: Heni Ernawati