Bawaslu Demak: Perbedaan Latar Belakang Bukan Penghalang untuk Menegakkan Demokrasi
|
Demak – Ketua Bawaslu Kabupaten Demak, Ulin Nuha, menilai bahwa perbedaan latar belakang tidak seharusnya menjadi penghalang untuk bekerja bersama. Menurutnya, ulama, kaum terpelajar, pengusaha, bangsawan, maupun berbagai kelompok masyarakat lainnya memiliki peran yang sama dalam membangun kehidupan kebangsaan.
Pernyataan ini disampaikan saat merefleksikan konten edukatif berupa kutipan tokoh nasional, Prof. K.H. Abdul Kahar Mudzakir, yang diunggah pada Rabu (2/9/2026). Kutipan tersebut berbunyi, “Bertautlah golongan alim ulama dengan kaum terpelajar yang dari pergerakan Islam dan yang dari pergerakan Kebangsaan, begitupun golongan hartawan dan bangsawan, masing-masing meletakkan cinta yang tidak berbeda di dalam hati dan mengambil tanggungan yang sama di atas bahunya.”
Menurut Ulin, semangat tersebut relevan untuk terus dikembangkan. Demokrasi membutuhkan keterlibatan berbagai kelompok masyarakat dengan kepentingan dan latar belakang yang beragam. Perbedaan pilihan politik semestinya tidak memutus persaudaraan maupun kepedulian terhadap kepentingan bersama. Ia menegaskan bahwa demokrasi akan semakin kuat apabila seluruh elemen masyarakat memiliki rasa tanggung jawab yang sama.
“Kita boleh berbeda latar belakang, pilihan, maupun pandangan. Namun, kecintaan kepada bangsa dan tanggung jawab menjaga demokrasi harus kita letakkan pada tempat yang sama. Demokrasi tidak akan kokoh jika hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu. Semua golongan harus mengambil bagian sesuai dengan perannya,” ujar Ulin Nuha.
Bawaslu Demak mengajak masyarakat untuk membangun budaya demokrasi yang mengedepankan persatuan, saling menghormati, dan kepentingan bangsa. Dengan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, demokrasi diharapkan tidak hanya berjalan secara prosedural, tetapi juga tumbuh sebagai budaya bersama yang berlandaskan tanggung jawab dan kepedulian.
Penulis : Mudlo'af
Foto : Moh Hasan Saeful Rijal
Editor : Heni Ernawati