Bawaslu Demak: Keterbatasan Bukan Alasan Berhenti Berjuang
|
Demak – Keterbatasan sarana dan prasarana bukan alasan untuk berhenti bergerak mencapai tujuan. Hal yang jauh lebih menentukan adalah kemauan, strategi, perencanaan, dan kesungguhan dalam menjalankan setiap langkah.
Pesan itulah yang disampaikan Bawaslu Kabupaten Demak melalui konten edukatif yang dipublikasikan di akun media sosial resminya, Kamis (1/10/2026).
Dalam unggahan tersebut, Bawaslu Demak mengangkat kutipan tokoh bangsa Anekletus Tjilik Riwut, “Berlayar dengan biduk yang ada, berdayung dengan kayuh yang ada, namun harus dapat tiba di tepi pantai dengan selamat.”
Kutipan tersebut mengandung pesan bahwa sebuah tujuan mulia tidak selalu harus menunggu tersedianya sarana dan prasarana yang serba lengkap. Perjalanan tetap harus dimulai dengan apa yang tersedia, sembari terus mengoptimalkan kemampuan dan sumber daya yang ada.
Bagi Bawaslu Demak, pesan tersebut sangat relevan dengan kehidupan demokrasi. Pengawasan pemilu dan pendidikan politik tidak selalu harus menunggu kondisi yang ideal. Ketika terdapat kemauan untuk bergerak, perencanaan yang matang, serta komitmen untuk bekerja secara sungguh-sungguh, keterbatasan justru dapat menjadi pemicu lahirnya kreativitas dan inovasi.
“Jangan menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk tidak bergerak. Yang penting adalah bagaimana kita mampu mengelola apa yang ada, menyusun langkah dengan baik, dan memastikan setiap ikhtiar membawa kita menuju tujuan yang benar,” ditekankan oleh Ketua Bawaslu Demak, Ulin Nuha.
Dalam konteks pengawasan partisipatif, masyarakat juga didorong untuk mengambil bagian sesuai kapasitas masing-masing. Tidak semua orang harus memiliki perangkat atau kemampuan yang sama. Kepedulian terhadap demokrasi dapat dimulai dari hal sederhana: memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara, menolak politik uang, tidak mudah percaya hoaks, serta berani menyampaikan informasi dugaan pelanggaran kepada pengawas pemilu melalui saluran yang tersedia.
Bawaslu Demak menilai demokrasi yang kuat tidak lahir hanya dari institusi yang memiliki fasilitas lengkap, melainkan tumbuh ketika masyarakat memiliki kesadaran untuk menjaga prosesnya.
Penulis : Mudlo'af
Foto:-
Editor : Heni Ernawati