Bawaslu Demak: Batik Mengajarkan Kita Menjaga Warisan, Demokrasi Mengajarkan Kita Menjaga Kedaulatan
|
Demak – Memperingati Hari Batik Nasional, Bawaslu Kabupaten Demak menyapa masyarakat dengan menyampaikan ucapan serta pesan reflektif tentang pentingnya menjaga warisan budaya sekaligus nilai-nilai demokrasi.
Melalui kanal media sosial resminya, Jumat (2/10/2026), Bawaslu Demak menyampaikan apresiasi dan ucapan Selamat Hari Batik Nasional kepada seluruh masyarakat. Bagi Bawaslu Demak, batik tidak hanya dipandang sebagai kain atau busana, melainkan warisan budaya yang menghubungkan perjalanan bangsa dari masa lalu, masa kini, hingga masa depan.
Melalui pesan tersebut, Bawaslu Demak mengingatkan bahwa sebagaimana batik, demokrasi juga harus terus dirawat agar tidak kehilangan makna dan jati dirinya, yakni tetap berpijak pada nilai-nilai kedaulatan rakyat.
“Batik bukan sekadar kain, melainkan budaya yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan. Demikian pula demokrasi Pancasila, harus kita jaga nilai-nilai kedaulatan rakyatnya,” ujar Ketua Bawaslu Demak, Ulin Nuha.
Bawaslu Demak menekankan bahwa kedaulatan rakyat bukanlah sesuatu yang layak diperdagangkan. Hak masyarakat untuk menentukan pilihan politik merupakan bagian penting dari demokrasi yang harus senantiasa dihormati dan dilindungi.
Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tidak membiarkan nilai-nilai demokrasi tergerus oleh praktik yang menjadikan suara rakyat sebagai komoditas. Pilihan politik semestinya lahir dari kesadaran murni, bukan karena tekanan, imbalan, ataupun transaksi.
Peringatan Hari Batik Nasional ini menjadi momentum untuk mengingat bahwa menjaga warisan bangsa bukan hanya tentang mempertahankan simbol budaya, melainkan juga merawat nilai-nilai yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa.
Bagi Bawaslu Demak, demokrasi Pancasila baru akan benar-benar bermakna ketika kedaulatan berada utuh di tangan rakyat dan masyarakat turut aktif mengambil peran dalam mengawalnya.
Penulis: Mudlo'af
Foto:-
Editor: Heni Ernawati