Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Demak: Kebenaran Harus Berjalan Bersama Kebaikan

Demak – Bawaslu Kabupaten Demak mengunggah konten edukatif mengenai pentingnya menyelaraskan kebenaran dan kebaikan melalui akun media sosial resminya pada Jumat (28/8/2026). Konten tersebut berupa flyer kutipan tokoh bangsa, K.H. Idham Cholid, yang berbunyi, “Kebenaran itu belum tentu baik, dan yang baik sudah tentu benar.”

Kutipan tersebut menjadi pengingat pentingnya menyelaraskan kebenaran dengan kebaikan, termasuk dalam kehidupan berdemokrasi.

Ketua Bawaslu Demak, Ulin Nuha, menegaskan bahwa dalam demokrasi seseorang tidak cukup hanya merasa benar. Kebenaran juga harus disampaikan dengan cara yang baik dan tidak merugikan orang lain.

“Dalam demokrasi, kita tidak cukup hanya merasa benar. Kebenaran harus disampaikan dengan cara yang baik, beretika, dan tidak merugikan orang lain. Demokrasi yang bermartabat bukan hanya soal memenangkan pendapat, tetapi juga menjaga kebaikan bersama,” kata Ulin.

Menurutnya, perbedaan pendapat dan pilihan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, perbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk saling merendahkan, memaksakan kehendak, melakukan intimidasi, atau menghalalkan segala cara.

“Jangan sampai atas nama kebenaran kita mengabaikan kebaikan. Dalam pengawasan pemilu maupun kehidupan sehari-hari, integritas harus menjadi pegangan,” tegasnya.

Melalui konten tersebut, Bawaslu Demak ingin menjadikan media sosial sebagai ruang edukasi dan refleksi bagi masyarakat. Demokrasi tidak hanya membutuhkan aturan, tetapi juga masyarakat yang jujur, berintegritas, menghargai perbedaan, serta berani menentukan pilihan berdasarkan hati nurani.

“Mari kita jaga kebenaran dengan cara yang baik dan bersama-sama merawat demokrasi dengan integritas,” pungkas Ulin.

Penulis : Mudlo'af 

Foto : -

Editor: Heni Ernawati