Bawaslu Demak: Jangan Biarkan Perbedaan Memecah Persatuan
|
Demak — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Demak kembali mengedukasi masyarakat melalui pesan kebangsaan, Sabtu (19/9/2026). Kali ini, Bawaslu Demak mengunggah kutipan Pangeran Antasari: “Jika tanah air kita tidak ingin diinjak-injak orang lain, janganlah kita berperang mulut atau berkelahi sesama sendiri.”
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa ancaman terhadap persatuan tidak selalu datang dari luar. Perpecahan justru dapat tumbuh ketika masyarakat tidak mampu mengelola perbedaan dan menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk saling bermusuhan.
Ketua Bawaslu Demak, Ulin Nuha, menegaskan bahwa demokrasi tidak boleh kehilangan ruh persaudaraan. Perbedaan pilihan dan pendapat merupakan hal yang wajar, tetapi persatuan harus tetap dijaga.
“Berbeda pilihan itu biasa dalam demokrasi. Yang tidak boleh adalah karena berbeda pilihan kemudian kita saling bermusuhan. Jangan sampai perbedaan justru merusak persatuan yang sudah kita bangun bersama,” tegas Ulin.
Menurutnya, masyarakat perlu memiliki kedewasaan dalam berdemokrasi. Kebebasan menyampaikan pendapat harus disertai tanggung jawab, etika, serta kesadaran bahwa setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama dalam menjaga kehidupan berbangsa.
“Demokrasi bukan ruang untuk saling menjatuhkan. Demokrasi adalah ruang untuk menyampaikan pilihan secara bebas, menghormati perbedaan, dan tetap menjaga persaudaraan,” lanjutnya.
Melalui unggahan tersebut, Bawaslu Demak mengajak masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh perbedaan, terutama oleh informasi yang dapat memecah belah persatuan.
Penulis: Mudlo'af
Foto :-
Editor : Heni Ernawati