Bawaslu Demak: Dari Ternate, Matahari Mulai Bersinar
|
Demak — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Demak mengunggah kutipan Sultan Babullah, tokoh Kesultanan Ternate, yang berbunyi: “Dari Ternate matahari mulai bersinar.” Kutipan tersebut diunggah Bawaslu Demak, Jumat (18/9/2026).
Unggahan ini menjadi bagian dari edukasi kebangsaan yang dilakukan Bawaslu Demak di tengah masa non-tahapan pemilu. Pesan tersebut mengingatkan bahwa sejarah Indonesia dibangun oleh keberanian dari berbagai daerah dan tokoh di Nusantara.
Ternate memiliki catatan penting dalam sejarah perlawanan terhadap kolonialisme. Sultan Babullah dikenal sebagai salah satu tokoh yang memimpin perlawanan Kesultanan Ternate terhadap Portugis. Dari wilayah timur Nusantara, semangat mempertahankan kedaulatan menunjukkan bahwa perjuangan melawan penindasan bukan milik satu daerah, melainkan menjadi semangat bersama.
Ketua Bawaslu Kabupaten Demak, Ulin Nuha, mengatakan bahwa sejarah perlu terus diingat agar generasi sekarang memahami bahwa kebangsaan dibangun melalui perjuangan panjang.
“Dari Ternate kita belajar bahwa cahaya perjuangan tidak hanya muncul dari satu titik. Ia menyebar dari berbagai penjuru Nusantara. Tugas generasi sekarang adalah menjaga cahaya itu agar tidak padam, salah satunya dengan merawat demokrasi dan kehidupan kebangsaan,” ujar Ulin.
Menurutnya, perjuangan pada masa kini memiliki bentuk yang berbeda. Jika dahulu perjuangan dilakukan untuk merebut dan mempertahankan kedaulatan, maka dalam kehidupan demokrasi perjuangan dapat diwujudkan dengan menjaga kejujuran, menghormati hak warga negara, menolak politik uang, melawan informasi palsu, serta berani mengawasi proses demokrasi.
“Matahari perjuangan boleh terbit dari Ternate, tetapi cahayanya adalah milik seluruh Indonesia. Hari ini, cahaya itu harus kita teruskan melalui demokrasi yang berintegritas,” tegasnya.
Bawaslu Demak berharap pesan sejarah tersebut tidak berhenti sebagai kutipan, tetapi menjadi refleksi bagi masyarakat bahwa menjaga Indonesia bukan hanya tugas para pejuang masa lalu. Setiap generasi memiliki tanggung jawab untuk memastikan nilai perjuangan tetap hidup dalam kehidupan berbangsa dan berdemokrasi
Penulis : Mudlo'af
Foto : -
Editor : Heni Ernawati