Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Demak Ingatkan Semangat Juang Para Pendahulu, Demokrasi Harus Terus Ditegakkan

DEMAK — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Demak mengingatkan masyarakat untuk tidak melupakan semangat perjuangan para pendahulu bangsa yang rela mengorbankan jiwa dan raga demi mempertahankan kemerdekaan serta kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pesan tersebut disampaikan Bawaslu Demak melalui unggahan kutipan Pahlawan Nasional Hj. Andi Depu: “Biarlah badanku rebah, biarlah mayatku hancur, barulah bendera itu jatuh,” Senin (21/9/2026).

Kutipan tersebut menjadi pengingat bahwa perjuangan mempertahankan bangsa membutuhkan keberanian, keteguhan, dan sikap pantang mundur. Semangat tersebut dinilai tetap relevan dalam kehidupan demokrasi saat ini.

Bawaslu Demak mengajak masyarakat untuk meneruskan semangat para pendahulu bukan lagi dengan mengangkat senjata, melainkan melalui perjuangan menjaga kedaulatan rakyat, menghormati pilihan politik, menolak politik uang, melawan hoaks, serta mengawal proses demokrasi agar berjalan jujur dan bermartabat.

“Perjuangan para pendahulu tidak boleh berhenti hanya menjadi cerita sejarah. Semangat pantang menyerah itu harus kita teruskan dalam menjaga demokrasi dan kedaulatan rakyat,” tutur Ulin Nuha, Ketua Bawaslu Demak.

Demokrasi, lanjut pesan tersebut, bukan hanya tentang datang ke tempat pemungutan suara. Demokrasi juga membutuhkan keberanian masyarakat untuk menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab, mengawasi prosesnya, serta menjaga agar hak politik setiap warga negara tidak dirampas oleh kepentingan tertentu.

Semangat pengorbanan para pendahulu menjadi refleksi bahwa kemerdekaan dan demokrasi memiliki harga yang harus dijaga bersama. Oleh karena itu, generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk memastikan perjuangan tersebut tidak kehilangan makna.

Penulis: Mudlo'af 

Foto :-

Editor : Heni Ernawati