Bawaslu Demak: Demokrasi Tidak Akan Hidup Tanpa Partisipasi Rakyat
|
Demak — Kemerdekaan tidak lahir dari perjuangan satu orang. Di balik berdirinya sebuah bangsa, terdapat jejak pengorbanan banyak orang yang berjuang dengan segenap tenaga, pikiran, bahkan nyawa. Pesan itulah yang tercermin dalam kutipan Bagindo Azizchan, "Tidak merdeka tanpa mereka," pada Jumat (2/10/2026).
Bagi Bawaslu Kabupaten Demak, kutipan tersebut tidak hanya relevan untuk mengenang perjuangan kemerdekaan, tetapi juga menjadi refleksi dalam kehidupan demokrasi. Sebab, demokrasi pun tidak akan memiliki makna tanpa keterlibatan rakyat di dalamnya.
Rakyat merupakan pemegang kedaulatan. Karena itu, partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan demokrasi berjalan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Masyarakat bukan hanya menjadi pemilih ketika pemilu berlangsung, melainkan juga memiliki peran untuk mengawasi, mengkritisi, dan ikut menjaga proses demokrasi.
“Demikian pula demokrasi, tidak akan hidup tanpa rakyat yang mau terlibat dan menjaga kedaulatannya,” tegas Ulin Nuha, Ketua Bawaslu Demak.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa perjuangan generasi terdahulu tidak semestinya berhenti pada momentum sejarah. Semangat perjuangan harus diteruskan dalam bentuk menjaga kemerdekaan, menghormati hak politik, serta memastikan suara rakyat tidak kehilangan maknanya.
Kedaulatan rakyat tidak seharusnya diperlakukan sebagai barang yang dapat diperjualbelikan. Pilihan politik masyarakat merupakan hak yang harus dihormati, bukan komoditas yang dapat ditukar dengan kepentingan sesaat.
Bawaslu Demak mengajak masyarakat untuk meneruskan semangat para pendahulu dengan cara yang relevan pada zamannya: mengawal demokrasi, menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab, menolak politik uang, serta berani menyampaikan laporan ketika menemukan dugaan pelanggaran pemilu.
Penulis : Mudlo'af
Foto:-
Editor : Heni Ernawati