Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Demak Bangun Semangat Pengabdian dan Cinta Tanah Air

kutipan

Unggahan kutipan tokoh pergerakan nasional Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat di akun media sosial Bawaslu Demak

Demak – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Demak terus menumbuhkan semangat pengabdian dan cinta tanah air melalui penyebaran pesan-pesan inspiratif di media sosial.

Pada Jumat (3/7/2026), Bawaslu Demak mengunggah kutipan tokoh pergerakan nasional Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat di akun Instagram dan Facebook resminya yang berbunyi, "Jangan meminta, tetapi apa yang bisa kamu sumbangkan kepada negerimu."

Ketua Bawaslu Kabupaten Demak, Ulin Nuha, mengatakan bahwa kutipan tersebut mengandung pesan mendalam tentang pentingnya menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi. Menurutnya, setiap warga negara hendaknya tidak hanya menuntut hak atau mengharapkan manfaat dari negara, tetapi juga memikirkan kontribusi nyata yang dapat diberikan demi kemajuan Indonesia.

"Semangat pengabdian harus menjadi budaya bersama. Kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh kontribusi seluruh elemen masyarakat sesuai dengan peran dan tanggung jawabnya masing-masing," ujar Ulin.

Ia menjelaskan bahwa dalam konteks kepemiluan, nilai-nilai yang terkandung dalam kutipan tersebut sangat relevan untuk memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kualitas demokrasi.

​Menurut Ulin, penyelenggara pemilu harus menjalankan tugas secara profesional, jujur, independen, dan berintegritas. Di sisi lain, peserta pemilu diharapkan berkompetisi secara sehat dan menaati seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan. Sementara itu, masyarakat didorong untuk menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab serta berpartisipasi aktif dalam mengawasi setiap tahapan pemilu.

"Dengan semangat memberi kontribusi, setiap elemen bangsa memiliki peran penting dalam mewujudkan demokrasi yang berintegritas, berkualitas, dan berpihak pada kepentingan rakyat. Demokrasi yang kuat lahir dari warga negara yang lebih mengutamakan pengabdian daripada sekadar menuntut hak," pungkas Ulin.

Penulis : Mudlo'af 

Foto : -

Editor : Heni Ernawati