Bawaslu Demak Awali Program Ngabuburit Dengan Tabuh Bedug
|
Demak – Bawaslu Demak resmi memulai program edukatif Ramadhan bertajuk Ngabuburit Pengawasan dengan menabuh bedug sebagai tanda dimulainya rangkaian kegiatan, Rabu, 25 Februari 2026. Bedug ditabuh langsung oleh Ketua Bawaslu Demak, Ulin Nuha, sebagai simbol semangat menyebarkan literasi kepemiluan sekaligus syiar Ramadhan kepada masyarakat.
Program Ngabuburit ini merupakan inisiasi dari Bawaslu RI yang dirancang sebagai media edukasi publik tentang demokrasi dan pengawasan pemilu dengan pendekatan yang santai, inspiratif, dan relevan dengan tradisi masyarakat. Istilah ngabuburit sendiri terinspirasi dari kebiasaan umat Islam di Indonesia dalam menunggu waktu berbuka puasa sambil melakukan kegiatan bermanfaat.
Menurut Ulin Nuha, meski program Ngabuburit merupakan agenda serentak dari Bawaslu RI, Bawaslu Demak sebenarnya telah lebih dulu memiliki kegiatan serupa di bulan Ramadhan sejak Pemilu 2019 melalui program bertajuk POSONAN. “Kegiatan Ramadhan sudah menjadi tradisi kami. Karena sudah berpengalaman, Ngabuburit di Demak harus tampil lebih inovatif dan berdampak bagi masyarakat,” ujar Ulin.
Ia menambahkan, program ini tidak dimulai sejak awal Ramadhan karena mengikuti jadwal nasional dari Bawaslu RI. Namun demikian, semangat yang diusung tetap sama, yakni menghadirkan edukasi demokrasi yang ringan namun bermakna, serta mengajak masyarakat meningkatkan kualitas ibadah puasa melalui pemahaman nilai kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sebagai warga negara.
Baca juga : Bawaslu Demak Take Video Ngabuburit Vol. 2: Angkat Tema Qouluzzur, Musuh Demokrasi Dan Orang Berpuasa
Melalui program Ngabuburit Pengawasan, Bawaslu Demak berharap masyarakat tidak hanya menunggu waktu berbuka dengan kegiatan hiburan semata, tetapi juga mendapatkan pengetahuan tentang pentingnya menjaga kualitas demokrasi, menolak hoaks, serta memperkuat partisipasi publik dalam pengawasan pemilu.
Dengan tabuhan bedug sebagai tanda pembuka, rangkaian Ngabuburit Pengawasan diharapkan menjadi momentum mempererat hubungan antara pengawas pemilu dan masyarakat, sekaligus menghadirkan Ramadhan yang penuh makna—baik secara spiritual maupun demokratis.
Penulis : Mudlo'af
Foto : Moh. Hamdan
Editor : Humas Bawaslu Demak