Bawaslu Demak Ajak Guru Cetak Pemilih Cerdas Demi Masa Depan Demokrasi
|
Demak – Bawaslu Kabupaten Demak mengajak para pendidik untuk turut mengambil peran dalam menjaga dan memperkuat kualitas demokrasi Indonesia. Ajakan tersebut disampaikan melalui unggahan media sosial Bawaslu Demak yang memuat kutipan inspiratif dari Mohammad Natsir, “Suatu bangsa tidak akan maju sebelum ada di antara bangsa itu segolongan guru yang suka berkorban untuk keperluan bangsanya.” (16/06/2026)
Melalui unggahan tersebut, Bawaslu Demak menegaskan bahwa guru memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter generasi muda, termasuk dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi yang sehat. Peran ini menjadi semakin penting mengingat siswa sekolah menengah saat ini merupakan calon pemilih pemula yang dalam waktu dekat akan memiliki hak untuk menentukan arah kepemimpinan bangsa melalui pemilu.
Ketua Bawaslu Demak, Uin Nuha memandang bahwa pendidikan demokrasi tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif dunia pendidikan. “Guru dapat menjadi agen perubahan dengan memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai pentingnya menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab,” tuturnya.
Ulin berharap pemilih pemula mampu menjadi pemilih yang cerdas dan rasional, yakni memilih pemimpin berdasarkan rekam jejak, kapasitas, integritas, serta visi dan misi yang ditawarkan, bukan karena pengaruh informasi yang menyesatkan, popularitas semata, maupun kepentingan sesaat. Dengan bekal literasi politik yang baik sejak di bangku sekolah, generasi muda akan lebih siap menghadapi berbagai dinamika demokrasi di masa mendatang.
Menurutmya, semangat pengabdian yang dicontohkan para guru sebagaimana disampaikan Mohammad Natsir merupakan investasi penting bagi kemajuan bangsa. Melalui pendidikan yang berkualitas, guru tidak hanya mencetak generasi yang cerdas secara akademis, tetapi juga warga negara yang kritis, berintegritas, dan memiliki kesadaran demokrasi yang kuat.
Bawaslu Demak berharap sinergi antara lembaga pendidikan dan penyelenggara pemilu dapat terus diperkuat guna menciptakan generasi pemilih yang berdaya kritis, anti-politik uang, serta mampu menjaga demokrasi Indonesia agar tetap berjalan sesuai dengan nilai-nilai keadilan dan kedaulatan rakyat.
Penulis : Mudlo'af
Foto : Moh. Hasan Saeful Rijal
Editor : Heni Ernawati