Ulin Nuha: Sabar Bukan Berarti Berhenti Berusaha
|
Demak – Perjuangan mewujudkan demokrasi yang bersih membutuhkan kesabaran. Namun, kesabaran tidak boleh dimaknai sebagai sikap pasif atau berhenti melakukan upaya.
Hal tersebut disampaikan Ketua Bawaslu Demak, Ulin Nuha, saat merefleksikan kutipan Jenderal TNI (Anum.) Ahmad Yani, “Kesabaran adalah kunci dalam menghadapi perubahan dan perjalanan hidup,” yang diunggah Bawaslu Demak pada Rabu (23/9/2026).
Menurut Ulin, membangun demokrasi yang bersih merupakan proses panjang yang membutuhkan konsistensi. Perubahan tidak dapat dicapai secara instan, terlebih ketika masih menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan demokrasi.
“Sabar bukan berarti berhenti berusaha. Kesabaran harus berjalan bersama ikhtiar. Demokrasi yang bersih tidak bisa diwujudkan seperti membalikkan telapak tangan, tetapi membutuhkan proses, ketekunan, dan kerja bersama,” ujar Ulin.
Ia menegaskan, setiap proses perubahan pasti membutuhkan waktu. Oleh karena itu, masyarakat dan seluruh elemen bangsa perlu tetap menjaga semangat untuk memperbaiki kehidupan demokrasi.
“Yang penting jangan menyerah. Ketika hasil belum terlihat, bukan berarti perjuangan harus dihentikan. Justru di situlah kesabaran diuji, apakah kita tetap konsisten memperjuangkan demokrasi yang lebih baik atau tidak,” katanya.
Ulin menambahkan, kesabaran dalam demokrasi juga berarti mampu menjaga komitmen terhadap nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan penghormatan terhadap hak politik masyarakat.
“Kesabaran harus melahirkan keteguhan. Kita terus bergerak, terus mengawasi, terus mengedukasi masyarakat, dan terus memperbaiki apa yang masih kurang. Dengan begitu, kesabaran tidak menjadi alasan untuk diam, tetapi menjadi kekuatan untuk terus berjuang,” pungkasnya.
Penulis: Mudlo'af
Foto : Moh Hasan Saeful Rijal
Editor : Heni Ernawati