Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Demak Ingatkan Pentingnya Kedaulatan Informasi di Era Digital

Demak – Bawaslu Demak kembali mengunggah pesan kebangsaan melalui media sosial dengan menampilkan kutipan tokoh pejuang nasional, Datu Andi Jemma, Kamis (21/05/2025). Kutipan tersebut berbunyi, “Lebih baik mati daripada hidup terjajah di negeri sendiri.”

Pesan itu tidak hanya dimaknai sebagai semangat perjuangan melawan penjajahan fisik di masa lalu, tetapi juga menjadi pengingat bahwa tantangan bangsa saat ini hadir dalam bentuk yang berbeda. Di era digital, masyarakat dituntut untuk tetap menjaga kedaulatan bangsa, terutama dalam bidang informasi, teknologi, dan ruang digital.

Melalui unggahan tersebut, Bawaslu Demak mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima informasi, tidak mudah terpengaruh hoaks, propaganda, maupun berbagai bentuk manipulasi opini yang dapat mengganggu persatuan dan kualitas demokrasi.

Menurut Bawaslu Demak, meskipun secara hukum tata negara Indonesia telah merdeka, semangat perjuangan para pahlawan tetap relevan hingga sekarang. “Kedaulatan bangsa tidak hanya diukur dari bebasnya wilayah negara, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga independensi berpikir, menjaga persatuan, serta berdaulat atas informasi di tengah derasnya arus digitalisasi” tutur Ulin Nuha, Ketua Bawaslu Demak

Unggahan itu juga menjadi refleksi bahwa perjuangan generasi saat ini adalah menjaga demokrasi yang sehat, bermartabat, dan bebas dari pengaruh informasi menyesatkan yang dapat memecah belah masyarakat.

Penulis : Mudlo'af 

Foto : -

Editor : Heni Ernawati