Bawaslu Demak: Bangsa Tangguh Siap Menghadapi Risiko Perjuangan
|
Demak – Bangsa yang tangguh adalah bangsa yang selalu siap menghadapi setiap risiko dalam perjuangan, apa pun bentuknya. Bahkan, pengorbanan jiwa dan raga tidak boleh menjadi alasan untuk mundur ketika memperjuangkan kepentingan bangsa dan negara.
Pesan tersebut menjadi bagian dari refleksi Bawaslu Kabupaten Demak terhadap perjuangan pahlawan nasional Teuku Umar melalui kutipan yang diunggah pada akun media sosial resmi Bawaslu Demak, Rabu (12/8/2026).
Menurut Ulin Nuha, Ketua Bawaslu Demak, kutipan Teuku Umar yang berbunyi, “Besok pagi kita akan minum kopi di Meulaboh atau aku akan mati syahid,” menggambarkan keberanian, keteguhan hati, serta kesiapan seorang pejuang dalam menghadapi risiko perjuangan.
Ia menegaskan, bagi Bawaslu Demak, semangat perjuangan tersebut relevan untuk dimaknai dalam kehidupan demokrasi. Perjuangan menjaga demokrasi membutuhkan keberanian untuk menghadapi tantangan, keteguhan dalam memegang prinsip, serta kesediaan menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
“Semangat perjuangan para pahlawan harus kita aktualisasikan dalam konteks kekinian. Menjaga demokrasi membutuhkan keberanian untuk tetap berada pada prinsip kebenaran, kejujuran, dan integritas, sekalipun menghadapi berbagai risiko dan tantangan,” ujarnya.
Menurutnya, demokrasi yang kuat tidak lahir dari sikap mudah menyerah. Setiap elemen bangsa memiliki tanggung jawab untuk menjaga agar proses demokrasi tetap berjalan secara jujur, adil, bermartabat, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Pengorbanan para pahlawan mengajarkan kita bahwa perjuangan membutuhkan keteguhan. Dalam menjalankan tugas pengawasan pemilu, semangat itu harus diwujudkan melalui kerja yang berintegritas dan keberanian menjaga demokrasi,” tambahnya.
Penulis : Mudlo'af
Foto : M. Alzam Multazam
Editor : Heni Ernawati