Ulin Nuha: Jangan Biarkan Politik Uang Membentuk Kenyataan
|
Demak – Ketua Bawaslu Kabupaten Demak, Ulin Nuha, mengingatkan bahwa pelanggaran pemilu dapat tumbuh ketika sebuah pandangan terus dibangun, dipercaya, dan akhirnya dianggap sebagai sesuatu yang wajar. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak membiarkan politik uang menjadi hal yang lumrah dalam proses politik.
“Demokrasi adalah kenyataan yang kita bangun bersama. Jangan biarkan politik uang menentukan kenyataan itu,” tuturnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Ulin sebagai refleksi dari kutipan tokoh perfilman nasional, Usmar Ismail, yang diunggah Bawaslu Kabupaten Demak pada Rabu (19/8/2026). Dalam kutipan tersebut, Usmar Ismail menyebut, “…bahwa film betul-betul seni ‘make believe’, membuat orang percaya tentang sesuatu, membuat kenyataan baru dari yang ada.”
Menurut Ulin, kutipan tersebut menginspirasi bahwa sesuatu yang terus dibangun dan dipercaya pada akhirnya dapat membentuk kenyataan. Ia menambahkan, jika politik uang dibiarkan dan dianggap sebagai hal biasa, bukan tidak mungkin praktik tersebut berkembang menjadi budaya demokrasi yang tidak sehat.
Ulin juga menegaskan bahwa demokrasi tidak cukup dijaga hanya melalui aturan dan penyelenggaraan pemilu. Demokrasi membutuhkan masyarakat yang memiliki kesadaran untuk menolak setiap bentuk pelanggaran serta berani menjaga integritas pilihan politik.
Ketika masyarakat memandang suara sebagai amanah yang memiliki nilai dan tidak dapat ditukar dengan uang, akan tumbuh budaya politik yang lebih bermartabat. Pilihan politik lahir dari kesadaran, bukan karena pemberian, iming-iming, atau tekanan.
Penulis : Mudlo'af
Foto : Moh Hasan Saeful Rijal
Editor : Heni Ernawati