Ulin Nuha: “Demokrasi Indonesia Harus Tumbuh dari Jati Diri Bangsa”
|
Demak — Bawaslu Kabupaten Demak mengajak masyarakat untuk membangun demokrasi dengan tetap berpegang pada jati diri dan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.
“Demokrasi kita harus tumbuh dari sejarah, karakter, serta nilai yang hidup dalam masyarakat Indonesia,” tutur Ketua Bawaslu Kabupaten Demak, Ulin Nuha.
Pesan tersebut disampaikan Bawaslu Demak saat merefleksikan pemikiran Mohammad Yamin: “Negara Indonesia disusun tidak dengan meminjam atau meniru negara lain, dan bukan pula salinan dari jiwa atau peradaban bangsa lain, melainkan semata-mata suatu kelengkapan.”
Pemikiran yang diunggah dalam akun media sosial resmi Bawaslu Demak pada Minggu (30/8/2026) tersebut mengandung pesan bahwa Indonesia memiliki karakter kuat dalam membangun kehidupan bernegara. Belajar dari bangsa lain merupakan hal positif, tetapi bukan berarti harus kehilangan identitas atau meniru secara mentah-mentah sistem yang diterapkan negara luar.
Hal serupa berlaku dalam membangun sistem demokrasi. Demokrasi di Indonesia perlu dikembangkan sesuai nilai-nilai yang tumbuh dalam masyarakat, seperti gotong royong, musyawarah, persatuan, saling menghormati perbedaan, keadilan, dan tanggung jawab bersama.
Demokrasi tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan pemilu secara prosedural, tetapi juga membutuhkan karakter masyarakat yang mampu menghargai pilihan orang lain, tidak memaksakan kehendak, menolak politik uang, menjauhi intimidasi, serta berani menjaga kejujuran dan integritas.
Oleh karena itu, Bawaslu Demak mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak sekadar menjadi penonton dalam proses demokrasi. Masyarakat perlu mengambil peran aktif untuk memastikan demokrasi berjalan secara sehat, jujur, dan bermartabat.
Semangat ini dinilai sangat penting dalam menghadapi tantangan demokrasi ke depan. Kemajuan demokrasi tidak cukup diukur dari terselenggaranya pemilu, melainkan dari seberapa kuat kesadaran masyarakat dalam menjaga nilai-nilai demokrasi pada kehidupan sehari-hari.
Menurut Ulin, mempelajari pengalaman bangsa lain tetap diperlukan sebagai bagian dari proses pembenahan diri. Kendati demikian, demokrasi Indonesia harus tetap memiliki karakter khasnya sendiri—demokrasi yang berlandaskan nilai kebangsaan, menghargai keberagaman, mengedepankan musyawarah, serta menempatkan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
Penulis : Mudlo'af
Foto : Moh Hasan Saeful Rijal
Editor : Heni Ernawati