Persiapkan "Ngaji Selapanan", Bawaslu Demak Perkuat Kapasitas Literasi Lintas Divisi
|
Demak – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Demak menggelar Rapat Sosialisasi sebagai langkah awal persiapan program "Ngaji Selapanan: Penguatan Kajian Seputar Pemilu dan Pemilihan". Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 27 April 2026, bertempat di Aula Kantor Bawaslu Demak.
Rapat ini bertujuan untuk menghidupkan kembali tradisi diskusi intelektual yang telah berjalan sukses pada tahun sebelumnya. Ngaji Selapanan diproyeksikan menjadi wadah rutin bagi jajaran Bawaslu Demak dalam membedah regulasi, mengkaji isu-isu terkini, serta memetakan potensi kerawanan dalam tahapan Pemilu dan Pemilihan.
Kasubag Penanganan Pelanggaran, Hukum, dan Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu Bawaslu Demak, Rahardzian Pradipta, memastikan bahwa program ini akan segera digulirkan kembali sebagai agenda prioritas instansi.
"Kegiatan selapanan ini akan kita mulai lagi. Program tersebut sudah berjalan dengan baik di tahun kemarin dan akan kita laksanakan secara konsisten di tahun ini juga," ujar Rahardzian di hadapan jajaran sekretariat.
Berbeda dengan format sebelumnya, Rahardzian menekankan bahwa cakupan "Ngaji Selapanan" kali ini akan jauh lebih luas dan tidak dalam divisi tertentu saja.
"Program selapanan tahun ini akan melibatkan semua divisi. Tidak hanya menjadi domain divisi hukum, penanganan pelanggaran, dan penyelesaian sengketa saja. Semua staf harus memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai pengawasan pemilu dari berbagai sudut pandang," tegasnya.
Sebagai bentuk penguatan konkret, Rahardzian memberikan instruksi khusus kepada seluruh staf sekretariat di lingkungan Bawaslu Demak. Setiap staf diwajibkan untuk menyusun karya ilmiah yang berkaitan dengan dinamika kepemiluan.
Nantinya, karya ilmiah tersebut tidak hanya dikumpulkan sebagai arsip, melainkan akan dipaparkan secara langsung dalam forum "Ngaji Selapanan" untuk dibedah dan didiskusikan bersama. Hal ini diharapkan dapat memacu budaya literasi, kemampuan analisis, serta teknik komunikasi staf di hadapan publik.
"Kami ingin setiap staf sekretariat mampu menuangkan pemikiran kritis mereka dalam bentuk tulisan yang nantinya dipaparkan di forum. Ini adalah bagian dari komitmen Bawaslu Demak untuk melahirkan pengawas yang tidak hanya cakap di lapangan, tetapi juga matang secara intelektual," pungkasnya.
Dengan dimulainya kembali "Ngaji Selapanan", Bawaslu Demak optimis dapat menjaga ritme kerja dan profesionalisme dalam mengawal jalannya demokrasi di wilayah Kabupaten Demak.
Baca juga : Bawaslu Demak Perkuat Pendidikan Politik, Teken MoU dengan MA Mazro’atul Huda
Penulis : Heni Ernawati
Foto : Rohmatullah
Editor : Humas Bawaslu Demak