Lompat ke isi utama

Berita

PEMILU INKLUSIF MENJADI TEMA LITERASI POJOK PENGAWASAN

Wiwit

Demak,  Koordinator Pencegahan, Partisimasi  Masyarakat, dan Humas Bawaslu Demak, Wiwit Puspitasari mengikuti  literasi pojok pengawasan  vol. 4   yang digelar Bawaslu Provinsi  Jawa Tengah  via zoom meeting, Senin (04/08/2025).  Pojok pengawasan kali ini mengambil tema Pengawasan Pemilu Inklusif; Strategi Advokasi dan Afirmasi Kelompok Rentan dan Masyarakat Marginal.  Harapannya,  kesempatan  partisaipasi kelompok rentan maupun masyarakat marginal  dalam pemilu mendatang semakin meningkat, bukan hanya pada dataran tekstual. 
“mereka juga anggota masyarakat yang wajib terlindungi hak kontitusinya”   tutur Wiwit  menjawab  pertanyaan pentingnya pelibatan dissabilitas dalam pemilu.   
Menurut  Rofiudin, Anggota Bawaslu Prov. Jawa Tengah,  diakui ataupun tidak  kesempatan mereka  untuk  bisa berparitisipati dalam penyelenggaraan pemilu  masih  terkendala.  “Pemilu  masih  ‘dinikmati’ oleh orang-orang itu saja”  papar  Rofi’  panggilan Akrab  anggota Bawaslu tersebut  dalam  opening spechnya.  Ia berharap  melalui  literasi pojok pengawasan  dapat  lahir suatu alternative bagaimana pemilu  menjadi  menarik di semua kalangan.  Rofi’  juga menyoroti permasalahan lain yang menjadi penghalang  partisipasi mereka.  ia menyampaikan  6  permasalahan,  di antaranya rumitnya aturan yang sulit dipahami kaum awam.  “saya sendiri memahami  sekian ratus pasal, merasa mumet,  apalagi mereka”   jelasnya.
Literasi pojok pengawasan ini menghadirkan  dua  Nara Sumber, yaitu Amrunur Moh Darwan, anggota Bawaslu  Provinsi Nusa Tenggara Timur  Koordinator Divisi  Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humuas,   dan  Muhammad Musta’in  anggota Bawaslu kabupaten Blora  Jawa Tengah.  Masing masing nara sumber menyampaikan potret pemilu inklusif di wilayahnya dan bagaiamana upayanya dalam mengawal hak kontitusi kelompok rentan dan kaum marginal.