Moh. Amin: Bawaslu Bukan Sekadar Profesi, Melainkan Pejuang Demokrasi
|
Demak — Ketua Bawaslu Jawa Tengah, Moh. Amin, menegaskan bahwa Bawaslu tidak hanya dipahami sebagai profesi atau pekerjaan semata, melainkan sebagai garda terdepan pejuang demokrasi. Penegasan tersebut disampaikan Amin dalam sambutannya pada peluncuran film pendek yang digagas oleh Bawaslu Kabupaten Demak di penghujung tahun 2025.
“Bawaslu adalah pejuang demokrasi,” tutur Amin di hadapan para undangan. Ia menekankan bahwa tugas pengawasan pemilu menuntut dedikasi, integritas, dan keberanian moral untuk menjaga nilai-nilai demokrasi agar tetap berjalan sesuai asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.
Menurut Amin, sudah menjadi keniscayaan bagi Bawaslu di semua tingkatan untuk terus berinovasi dalam menjalankan fungsi pencegahan dan pengawasan. Inovasi tersebut, lanjutnya, dapat dilakukan melalui berbagai cara dan media yang dekat dengan masyarakat, termasuk pendekatan kreatif berbasis seni dan budaya seperti film.
Ia mengapresiasi langkah Bawaslu Demak yang menggagas film pendek berjudul Kudu Wani. Amin menilai film tersebut sebagai terobosan yang relevan dan komunikatif dalam memberikan pencerahan kepada masyarakat, khususnya untuk meningkatkan kesadaran politik dan partisipasi publik dalam pengawasan pemilu.
Meski demikian, Amin juga memberikan sejumlah catatan konstruktif dari sisi teknis produksi. Catatan tersebut dimaksudkan sebagai bahan evaluasi agar film-film edukasi yang akan diproduksi ke depan dapat disajikan dengan kualitas yang lebih baik, tanpa mengurangi pesan moral dan nilai edukatif yang ingin disampaikan.
Dengan inovasi seperti film pendek ini, Amin berharap Bawaslu Demak dapat terus menjadi contoh dalam mengemas pendidikan politik yang kreatif dan membumi, sekaligus memperkuat peran Bawaslu sebagai pejuang demokrasi yang hadir dan dekat dengan masyarakat.