Lompat ke isi utama

Berita

Literasi Pojok Pengawasan Volume 2: Merancang Role Model Kampung Pengawasan Partisipatif Berkelanjutan

Literasi Kampung Pengawasan Vol 2

Demak - Bawaslu Jawa Tengah kembali menggelar diskusi Literasi Pojok Pengawasan Volumen 2 dengan tajuk Merancang Role Model Kampung Pengawasan Partisipatif Berkelanjutan, Senin (7/7). Anggota Bawaslu Demak, Wiwit Puspitasari beserta staf-pun mengikuti diskusi ini dengan seksama melalui media zoom di meja kerja masing-masing.

Dalam sambutannya, Kordiv Pencegahan dan Parmas Bawaslu Jateng, Nur Kholiq menyatakan bahwa kampung pengawasan mempunyai tantangan yang belum usai. Hal ini dihadapi oleh semua Bawaslu Kabupaten/Kota maka inovasi harus bisa muncul melalui diskusi ini.

"Belum ada konsep baku pengembangan, evaluasi dan tolak ukur keberhasilan dalam kampung pengawasan serta belum adanya anggaran yang pasti merupakan tantangan dalam pelaksanaan kampung pengawasan di Jawa Tengah", Ujar Nur Kholiq.

Literasi Pojok Pengawasan Volume 2 ini diisi oleh narasumber Umi Illiyina, SH., MH., (Kordiv Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu DIY), Naily Faila Saufa, SE., (Kordiv P2H Bawaslu Kudus) dan Badruzzaman,S.Pd.I (Kordiv P2H Bawaslu Kebumen).

Pada pelaksanaan kampung pengawasan Bawaslu DIY, komunikasi dengan stakeholder serta kerjasama dengan pihak ketiga dan mahasiswa menjadi kunci sukses. Ini bisa menjadi contoh baik yang bisa ditiru oleh Bawaslu Kabupaten/Kota di Jawa Tengah. Hal yang ditekankan oleh Umi Illiyina adalah inisiatif kampung pengawasan jangan selalu berasal dari Bawaslu namun juga perlu ada inisiatif dari desa atau kelurahan sehingga kampung pengawasan bisa terus berjalan karena adanya komitmen dan tidak berhenti hanya pada deklarasi saja. (SR)