Libur Bukan Penghalang, Bawaslu Demak Tetap Gencarkan Pengawasan Partisipatif
|
Demak – Semangat membangun demokrasi yang bersih dan berkeadilan terus ditunjukkan Bawaslu Demak. Meski berada di masa non tahapan pemilu dan bertepatan dengan hari libur, Bawaslu Demak tetap aktif melakukan sosialisasi pendidikan pengawasan partisipatif kepada masyarakat, Sabtu (09/05/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di MA Mazro’atul Huda Wonorenggo, Desa Cangkring Rembang, Kecamatan Karanganyar. Sekolah yang masih menerapkan enam hari kerja itu memberikan ruang bagi Bawaslu Demak untuk hadir langsung di tengah para siswa pada hari Sabtu. Bagi Bawaslu, waktu bukan menjadi penghalang dalam memberikan pelayanan publik dan pendidikan demokrasi kepada masyarakat.
Di hadapan sekitar 70 siswa yang mayoritas merupakan calon pemilih pemula pada Pemilu 2029, Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Demak, Wiwit Puspitasari menyampaikan pentingnya pengawasan partisipatif dalam penyelenggaraan pemilu. Ia menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, menjadi salah satu kunci terwujudnya demokrasi yang jujur, adil, dan bermartabat.
Dengan penuh semangat, Wiwit mengajak para siswa untuk tidak apatis terhadap proses demokrasi. Menurutnya, pemilih muda harus mulai memahami pentingnya menjaga kualitas pemilu sejak dini, termasuk berani mengawasi potensi pelanggaran yang dapat mencederai demokrasi.
“Pemilu yang Luber dan Jurdil tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga seluruh masyarakat. Karena itu, kami mengajak adik-adik semua untuk bersama Bawaslu ikut mengawasi jalannya pemilu,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu Demak berharap pendidikan politik dan pengawasan partisipatif dapat terus tumbuh di kalangan generasi muda, sehingga Pemilu 2029 nantinya dapat berlangsung lebih berkualitas, demokratis, dan berintegritas.
Penulis : Mudlo'af
Foto : Anzal Ihsanulhaki Herifanto
Editor : Heni Ernawati