Komisioner Sampai Staf Mengadu Strategi Meriahkan HUT RI
|
Demak - Anggota Bawaslu Demak sampai Staf saling mengadu strategi dalam lomba catur dalam rangka memeriahkan HUT RI pada Rabu (13/08). Lomba yang dilaksanakan di Kantor Bawaslu Demak ini bisa dikatakan merupakan lomba yang menguras otak diantara lomba lainnya.
Permainan catur tidak hanya sekadar permainan strategi, tetapi juga mengandung banyak filosofi yang dapat dipraktikkan dalam kehidupan. Berikut adalah beberapa filosofi yang dapat diambil dari permainan catur:
- Keadilan: Setiap pemain memiliki kekuatan yang sama untuk bertarung, mencerminkan keadilan dalam permainan.
- Kepemimpinan: Setiap pemain harus memimpin bidak catur dengan bijak dan memikirkan langkah yang akan diambil.
- Korban: Dalam permainan catur, pemain harus mengorbankan bidak yang dimiliki untuk mencapai tujuan. Ini menggambarkan bahwa dalam hidup, kita juga harus mampu memilih untuk meninggalkan kenyamanan hari ini demi keberhasilan masa depan.
- Perencanaan Jangka Panjang: Tujuan bermain catur adalah memenangkan permainan, yang menunjukkan bahwa untuk mencapai tujuan hidup, diperlukan strategi dan langkah yang panjang.
- Kehidupan dan Kehilangan: Permainan catur mengajarkan bahwa kekalahan tidak berarti selamanya kalah, dan penting untuk mengevaluasi diri dalam segala aspek kehidupan.
"Permainan catur tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga memberikan pelajaran yang mendalam tentang kehidupan dan tantangan yang ada. Dengan memahami filosofi permainan catur, kita dapat mengambil langkah-langkah yang lebih bijaksana dalam kehidupan sehari-hari", jelas Wiwit Puspitasari, Anggota Bawaslu Demak.
Dalam lomba yang dilangsungkan selesai dalam 1 hari ini, Rijal menjadi pemenang dan Nugro menjadi runner up. (SR)